Thursday, September 21, 2017

Menyambut Persalinan, What should i do?

Posted by Ony Christy at 7:48 PM 0 comments
Sudah Packing?

Tik.. tok.. tik.. tok.. 
Jam berdetak, detik, menit, jam, hari berganti dan sebentar lagi usia kehamilan memasuki 37 minggu. Aduh ntar persalinan itu rasanya kayak apa ya? Yang perlu disiapin apa aja ya? Trus baiknya aku ngapain aja ya? Kok yang itu udah lahiran aku belum ya? Dan seterusnya, dan seterusnya.

Wanita adalah makhluk yang suka berpikir dan lebih baperan. Dalam kondisi normal aja baperan kan, apalagi menjelang persalinan? Duh mau tidur aja susah karena banyaknya what if di pikiran kayak perlu di kelonin Song Jong Ki gitu biar nyenyak.  Nah kali aku akan sedikit ngasih tips apa aja sih yang perlu di siapkan menjelang persalinan, yah daripada dag dig dug dan overthingking lebih baik kita siapkan aja yuk persalinannya! Oh ya, persiapan ini semakin di lakukan di awal semakin baik ya karena segala sesuatu yang tanpa persiapan atau dipersiapkan secara buru-buru itu memang biasanya kurang maksimal hasilnya. 

1. Pilah pilih faskes tempat akan melahirkan.
Memilih faskes dimana kita akan melahirkan itu penting, karena nantinya kita akan menyerahkan jiwa, raga, dan anak kita ke faskes tersebut. Usahakan memilih faskes yang memiliki fasilitas lengkap dengan penanganan emergency yang baik. Selain itu kalau bisa, usahakan untuk survey dulu ke faskes tersebut. Survey bisa meliputi segalanya ua, misalnya harga, fasilitasnya dan tenaga kesehatannya. Ya sapa tau gitu dokter obsgynnya seganteng Song Jong Ki, awwww awwww awww Selain itu perhatikan juga apakah persalinan kita termasuk persalinan dengan resiko tinggi yang artinya wajib melahirkan di rumah sakit, seperti riwayat SC, preeklamsia, ibu dengan sakit bawan seperti asma, jantung, hipertensi, tbc, diabetes, ibu dengan riwayat persalinan banyak, serta ibu dengan usia beresiko. Makanya kalau dokter/bidan sudah menyarankan untuk melahirkan di rumah sakit, jangan ngeyel ya.

Bagaimana dengan persalinan di rumah? Sejujurnya aku sangat-sangat tidak menyarankan persalinan di rumah. Di negara kita ini kesadaran masyarakatnya tentang kesehatan masih sangat jauh bila dibanding negara maju lainnya. Yakin mau melahirkan di rumah? Yakin rumahnya bersih dan steril? Yakin penolong persalinannya cukup kompeten jika tiba-tiba terjadi kegawatan? Yakin alat penolong persalinannya lengkap banget sampai ambu bag buat bayi?

Ingat ya para mommies, ketika melahirkan yang perlu dipikirkan itu bukan hanya ibunya saja tetapi juga bayinya. Dan kegawatan itu bisa terjadi kapan saja, oleh karena itu penoling persalinan diharapkan yang bisa juga melakukan penanganan bayi baru lahir terutama jika terjadi kegawatan. 

2. Penolong persalinan.
Mau melahirkan sama dokter atau bidan? Mau melahirkan sama dokter siapa? Pengen melahirkan di bidan mana? Apapapun pilihannya usahakan memilih penolong persalinan yang memiliki ijin untuk menolong persalinan ya. Jangan ke dukun, please. Selain itu usahakan juga untuk memiliki second opinion. Second opinion ini nantinya bisa menjadi pilihan kita ketika pilihan utama berhalangan karena sesuatu hal atau ketika kita butuh masukan dari pihak ketiga bila ditemui kondisi tertentu dalam kehamilan yang butuh tindakan medis.

3. Metode persalinan. 
Mau Caesarea atau normal? Mau Vakum atau Forcep? Beberapa ibu merasa takut menghadapi persalinan pervaginam sehingga memilih untuk operasi Sectio Caesarea (SC), padahal operasi SC sebenarnya memiliki resiko lebih tinggi di banding persalinan pervaginam. Dan berdasar pengalaman pribadi nih, SC itu ya tetep sakit juga sih setelahnya. Udah gitu nggak bisa langsunh jalan-jalan dan nggak bisa langsung workout

Menurutku sebenernya perlu banget nih mendiskusikan metode persalinan dengan suami dan tenaga kesehatan pilihan, kalau perlu buatlah rencana persalinan. Misalnya gini, ibu X mengatakan pada dokternya bahwa ia ingin melahirkan secara pervaginam. Jika sampai usia 41 mg bayi belum lahir, ibu X sepakat untuk di induksi. Jika saat persalinan di temui adanya gawat janin atau partus macet, ibu X menolak dilakukan Vacum Ekstrasi dan memilih untuk SC.  Kenapa perlu buat rencana? Ya setidaknya saat buat rencana pasti kita masih belum dalam proses persalinan yang pakai kontraksi aduhai jadi kita masih bisa berpikir jernih. Selain itu dengan adanya planning, kita bisa sedikit memiliki gambaran akan apa yang akan kita alami dan mempersiapkannya.

4.Dana Persalinan
Jaman sekarang sih enak ya, dana persalinan bisa ditabung pakai JKN. Kalau perlu daftarkan juga bayi di dalam kandungan untuk berjaga-jaga bila nanti (amit-amit) si bayi memerlukan penanganan medis. Tapi walai ada JKN, nabung buat persalinan nggak ada salahnya juga sih. Soalnya abis persalinan kan perlu beli baju baju bayi, syukuran, beli baju menyusui, bra menyusui, booster asi, dan segala tetek bengeknya. Ya kan??

5. Kendaraan
Jika tempat pilihan untuk melahirkan jauh dari rumah, pikirkan mau ke sana naik apa. Kalau di rumah ada kendaraan, pastikan kendaraam dalam kondisi prima. Jangan sampai nanti pas udah ada tanda persalinan, eh mobilnya macet! Kalau perlu download aplikasi ojek online di handphone supaya bisa langsung order kalo mobil/motor di rumah macet. Nah, kalau rumahnya di pelosok desa kayak aku nih, yang nggak terjangkau ojek online kayaknya bisa lho hubungi ambulan desa. Saat ini hampir kebanyakan desa punya ambulan desa yang bisa di pakai warganya, bisa dimanfaatkan to?

6. Donor darah
Siapa yang belum tahu golongan darahnya apa?? Kalau belum tau, sebaiknya cek dulu di puskesmas/lab/ rumah sakit supaya kita tahu golongan darah kita. Sekalian cek kadar hemoglobin juga boleh sih, supaya tau kita anemia atau tidak. Nah kalau udah tahu golongan darah kita apa, mulai lah mencari sanak saudara yang golongannya sama dengan kita dan bersedia menjadi pendonor jika dibutuhkan.

7. Pendamping persalinan
Salah satu asuhan sayang ibu adalah ibu boleh melahirkan dengan di dampingi satu pendamping. Kenapa mesti satu pendamping? Soalnya ntar kalau banyak-banyak yang ada malah pada rebutan oksigen di ruangan. Hihihihi jadi pilihlah satu pendamping utama dan satu pendamping cadangan untuk persalinan. Pendamping cadangan ini nantinya yang akan mendampingi saat pendamping utama sedang berhalangan. Nah, pilihlah pendamping yang tahan dan kuat lihat darah ya, jangan sampai pendamping persalinannya ikut pingsan pas ibu melahirkan. Sebisa mungkin ajak pendamping persalinan ini untuk ikut kontrol kehamilan atau kelas ibu, sehingga si pendamping ini paham kondisi ibu. Kalau perlu beri info juga apa yang perlu dilakukan pendamping saat mendampingi ibu. Kalau aku dulu bilang ke suami supaya selalu terlihat bahagia saat mendampingi persalinan, siap mijitin, kasih afirmasi positif, ingetin kalau aku mulai loss control dan nggak boleh nanyain kapan si bayi akan lahir. Pokoknya si pendamping ini harus kasih aura positif ya, jangan sampai dia malah bikin kita tambah panik.

8. Tas serba ada
Aku anaknya paling senang packing, bikin checklist dan siap-siap. Jadi part nyiapin perintilan buat lairan adalah hal favoritku! Tas serba ada ini gunanya untuk memudahkan kita aja sih, karena nggak mungkin juga kan pas udah mules-mules kontraksi kita mau packing? Kalaupun kita packing pasti udah nggak konsen dan nggak maksimal, makanya tas ini disiapin jauh-jauh hari. Isinya suka-suka aja sih seusai kebutuhan masing-masing. Intinya harus mencakup kebutuhan ibu seperti baju ganti, kain, pembalut, daleman, alat make up, peralatan mandi, kebutuhan bayi seperti baju ganti bayi, topi, sarung tangan, sarung kaki, dan perintilannya plus makanan! Makanan ini kalau aku biasanya terdiri dari susu, snack favorit dan biskuit. Makanan ini buat cemilan pas nunggu kontraksi kalo misal makanan rumah sakit nggak enak. FYI aku nyiapin tas serba ada ini sampai 3 biji lho, satu di rumah (ini yang paling lengkap), satu di di kost (isinya bajuku, daleman, pembalut, sama makanan) dan satu di tempat kerja, dalam hal ini rumah sakit tempat aku mau melahirkan juga sih. Hihihi soalnya aku juga jauh-jauhan sama suami jadi kudu mandiri kan, takutnya nanti pas lagi di kost kenceng-kenceng kontraksi, atau pas lagi kerja kontraksi gitu setidaknya aku udah punya tas isi makanan.

9. Perawatan payudara
Mulailah merawat payudara supaya nanti ketika Inisiasi Menyusui Dini payudaranya udah bersih dari kerak-kerak jahanam. Biasanya ketika hamil payudara kita jadi makin besar, ada hiperpigmentasi dan kayak upil-upil item gitu. Nah kerak-kerak macam upil itu kadang bisa bikin ASI tersumbat, makanya payudara perlu dibersihkan. Tapi yang perlu diingat ketika membersihkan puting atau payudara jangan digosok-gosok lebay, karena itu bisa merangsang kontraksi. Cara membersihkan payudara cukup sederhana : ambil kapas yang telah diberi VCO atau EVOO (Baby oil bisa sih, tapi aku lebih suka pakai yang natural) lalu tempelkan kapas itu di puting, tunggu kurang lebih 5 menit baru dibersihkan.

10. Perawatan perineum
Sama seperti payudara, perineum pun perlu dirawat. Caranya bisa dengan menjaga kebersihan perineum dan area vagina serta melakukan pijat perineum. Pijat perineum bisa dilakukan dengan cara memijat perineum dengan VCO. Pijat kearah luar, atas, bawah dan samping perineum.

11. Tentang ASI
Cari tahu sebanyak-banyaknya tentang ASI mulai dari IMD, cara menyusui yang benar, manfaat asi, manajemen asip, dan semua tentang ASI. Selain bisa di dapat dari artikel-artikel terpercaya, juga bisa dari konsul dengan konselor ASI, ikut kelas ibu dan baca Bidan Bercerita di sini.

12. Tentang perawatan Bayi baru lahir
Cari tahu juga sebanyak-banyaknya tentang perawatan bayi baru lahir yang benar. Banyak sekali mitos-mitos di luaran sana yang nggak benar untuk perawatan bayi baru lahir, jadi perbanyak ilmu dan wawasan tentang ini. Makanya ikut kelas ibu itu penting.

Begitulah hal-hal yang bisa dilakukan untuk menyambut persalinan, asal dilakukan dengan bahagia dan persiapan yang matang kita pasti siap kok menghadapi persalinan. Semoga sehat selalu ya para Ibu. 

Tuesday, September 5, 2017

Review : The Ordinary Azelaic Acid Suspension 10%

Posted by Ony Christy at 11:36 PM 2 comments

The Ordinary Azelaic Acid Suspension 10%
Setelah cerita soal The Ordinary Alpha Arbutin 2% + HA disini, kali ini aku akan mereview The Ordinary varian lain yang aku pakai yaitu The Ordinary Azelaic Acid Suspension 10%. Pertama beli The Ordinary Azelaic Acid Suspension 10% ini pure gambling karena baca deskripsi di Web Ordinary aja. Soalnya review Produk The Ordinary memang masih jarang di Indonesia. Indonesia masih suka sama produk-produk skincare Korea dan cowok Korea yang unyu-unyu (termasuk aku!).

Found in grains, Azelaic acid is produced naturally by yeast that lives normal on skin. It brightens the skin tone while visibly improving the evenness of skin texture and reducing the look of blemishes. It is a multi-functional and support ingredient for all skin types and also acts as an effective antioxidant. This formula offers a very high 10% concentration of high- purify Azelaic Acid in a light-weight cream-gel system. (Source : Web resmi The ordinary) .Bahkan konon di kulit kita ini ada Azelaic Acid meskipun kita nggak pakai produk yang mengandung Azelaic acid karena Azelaic Acid ini di produksi secara alami oleh ragi yang hidup kulit kita. Aku nggak ngerti sih sebenernya kalo ada ragi a.k.a yeast yang hidup di kulit. Maybe ada yang mau jelasin?

Aku beli ini karena aku memang masih dalam proses mencari racikan ampuh buat meniadakan bekas-bekas cacar di wajah dan kebetulan Azelaic Acid ini klaimnya bisa mencerahkan dan multifungsi. Awalnya aku nggak ada niat buat ngereview Azelaic Acid, soalnya belinya cuma iseng aja. Maka dari itu maapkan aku kalo nggak ada foto before after atau foto kemasannya yang masih kinyis-kinyis.

Packaging


Kemasan favorit!

The Ordinary Azelaic Acid Suspension 10% hadir dalam wadah tube dengan tutup fliptop yang cukup rapat. Aku seneng dengan model tutup begini karena ringkes dan simple, nggak kayak tutup berulir yang suka bete kalo tutupnya gelinding sampe kolong tempat tidur. Nah, karena isinya cuma 50 ml maka The Ordinary Azelaic Acid Suspension 10% ini cukup travel friendly. Hanya saja kayaknya nggak bagus deh ya bawa acid kemana-mana.

Komposisi
Maapkan, aku belom fasih motret.


Aqua (water), Isodecyl Neopentanoate, Dimethicone, Azelaic Acid, Dimethicone/Bis-Isobutyl PPG-20 Crosspolymer, Dimethyl Isosobirde, Hydroxyethyl Acrylate/Sodium Acryloyldimethyl Taurate Copolymer, Polysilicone-11, Isohexadecane, Tocopherol, Trisodium Ethylenediamine Disuccinate, Isoceteth-20, Polysorbate 60, Triethanolamine, Ethoxydiglyclol, Phenoxyethamol, Chlorphenesin.

Tekstur
Teksturnya kayak krim, nggak kayak obat mag. Bhihik!

Aku pikir yang namanya suspensi itu semacam obat maag, cair putih gitu. Ternyata ini lebih kayak krim berwarna putih, nggak cair macam obat maag. Ketika dioleskan ke wajah suspensinya cepat meresap tapi di wajah jadi berasa ada lapisan kayak daki atau mungkin semacam silikon (?). Pokoknya setelah pakai ini, kulit bakalan jadi doff. Tau kan kayak semacam cat hitam yang nggak berkilau ketika tertimpa cahaya matahari. Kalau kata Mita, ini acid bikin dakian. * Ngakak*

Setelah dioles ditangan tanpa diratakan.

Performa
Jujur aku pakai The Ordinary Acid Suspension 10% ini bolong-bolong. Yah kayak intensitas gebetan yang ogah-ogahan mau pedekate. Kadang make, kadang enggak. Soalnya saat itu aku lebih konsen buat makai Missha dan The Ordinary Alpha Arbutin 2% + HA. Udah gitu, cara pakaiku kurang benar makanya hasil yang kudapat pun nggak maksimal.

Jadi ceritanya di kemasannya tertulis kalau The Ordinary Azelaic Acid Suspension 10% ini boleh dipagi pagi atau malam dan WAJIB pakai sunblock di siang hari. Sebagai anak yang masih nol soal dunia per-acidan ya aku nurut aja dong sama tulisan di kemasan. Aku pakai lah Azelaic Acid ini di seluruh muka, pagi dan malam hari. Cuma kayaknya sunblockku kurang oke *kedipin suami buat beliin lagi* malah kadang nggak pakai karena merasa bbcku udah berSPF ( Ini kesalahan fatal, bbc berspf itu BUKAN sunblock). Padahal segala bentuk acid itu bikin muka kita fotosensitif alias gampang gosong alias gampang item bin kusem. Pantesan aja ya muka aku nggak shine bright like a diamond abis pake ini!!

Pada suatu hari temenku Mita, cerita kalau Azelaic Acid ini oke banget buat mencegah dan mengobati jerawat. Aku akhirnya googling dan ternyata Azelaic Acid memang sering dipakai untuk mengobati jerawat. Nah, beberapa hari lalu munculah jerawat di dagu. Jerawat bawaan hormon menstruasi ini memang nggak pernah absen dateng tiap bulan (kesel deh ah!). Jerawat pertama agak telat aku olesin Azelaic acid, dia sempat meradang merah lalu malamnya aku oles Azelaic Acid dan cling! Paginya udah nggak meradang. Dua jerawat yang lain sejak masih kecil udah ku olesin Azelaic Acid dan mereka sukses mengering tanpa pernah membesar. Proses penyembuhan jerawat inj juga lumayan cepet sih, sekitar 5-6 hari aja. Mmmm.. dan kali ini aku pakai Azelaic Acidnya cuma malem aja. Kapok euy pake siang-siang! Akhirnya si Azelaic acid ini kunobatkan sebagai spot treatment khusus jerawat, padahal niat awal belinya buat mencerahkan. Nggak apa-apa deh ya, daripada nggak guna sama sekali?

The Ordinary Azelaic Acid Suspension 10% ini di Indonesia dibandrol sekitar 180-230 ribu/50 ml. Cukup awet kok dipakainya, apalagi kalo cuma buat spot treatment aja.

Kesimpulan

Pros :
- Ampuh mengobati Jerawat
-Bisa dipakai pagi dan malam kalau sunblockmu oke
- Cepat meresap

Cons :
- Kurang mencerahkan
- Ketika dipakai kayak ada lapisan di kulit (aku nggak suka banget nih sama dakinya)

Repurchase? Yes, Mengingat tiap bulan mesti kedatangan jerawat di dagu Azelaic Acid ini kayaknya wajib nangkring di rak deh.

Disclaimer : All opinions and thought on everything feaured on this blog are entirely my own. People can be allergic to anything. I recommend that you patch test yor skin first time you use any of products.



Thursday, August 17, 2017

Review : The Ordinary Alpha Arbutin 2% + HA

Posted by Ony Christy at 7:26 AM 0 comments
The Ordinary Alpha Arbutin 2% + HA


Yeay! Selamat ulang tahun yang ke 72 Indonesia, sekali merdeka tetap merdeka!! Btw nih ngomongin soal merdeka, udah merdeka belum dari masalah kulit? Hayoloh.. apalagi bulan Agustus gini ya, banyak lomba 17an yang bikin kita main di bawah terik matahari. Kayak lomba tarik ulur perasaan tambang, lomba masukin mantan pensil dalam botol, lomba lari dari kenyataan karung, dan masih banyak lagi! Trus kulit kalian kusem? Ya sama sih kayak aku, ya nasiib ya nasib.. 

Tenang, kali ini aku mau cerita soal salah satu skincare baru yang lagi hits di luar sana dan jadi favorit aku juga, namanya The Ordinary. Sounds familiar? the Ordinary adalah salah satu brand skincare di bawah DECIEM yang berasal dari Kanada. The Ordinary di klaim menggunakan bahan-bahan inti saja, single ingredient, dengan hasil yang memuaskan dan harga yang terjangkau untk ukuran produk dengan bahan-bahan sekelasnya. The Ordinary yang aku pakai adalah The Ordinary Alpha Arbutin 2% + HA.

Alpha Arbutin reduces the looks of spots and hyperpigmentation. Its used at a high 2% concentration versus a standart concentration of 1% and supported with a next generation fr of Hyaluronic Acid for enhanced delivery. Alpha arbutin is much stronger in effect than Arbutin or Beta Arbutin (Source : Web The Ordinary) Jadi kesimpulannya Alpha arbutin ini berguna untuk mengurangi flek hitam dan hiperpigmentasi pada kulit. Karena aku masih dalam perjuangan menghilangkan bekas cacar dan punya banyak flek maka varian The Ordinary Alpha Arbutin 2% + HA ini menjadi pilihan pertamaku dari sekian banyak produk The Ordinary uang pengen aku coba. Selain itu serum ini juga diklaim Alkohol free, Nut free, Vegan, Silocone free, gluten free dan cruelty free. PHnya juga sekitar 4.9 yang artinya serum ini bagus buag kesehatan kulit.


Packaging
Botol pipetnya putih jadi kesannya bersih

The Ordinary ini khas banget packagingnya, botol kaca bening berlabel putih dengan pipet. Pokoknya memang ordinary banget lah. Pipetnya bikin isinya tetep steril ketika di aplikasikan, pipetnya agak tebel gitu kayak pipet mahal. Bukan yang dipencet langsung gembes. Pipetnya bagus, jadi kalo nggak dipencet isi di pipetnya nggak bakalan ndledek (?) ngalir keluar. Menurutku packagingnya traveling friendly kok, karna nggak yang sehohah gitu gedenya. Cuman memang rentan pecah kali ya, jadi kudu hati-hati bawanya.

Komposisi
The Abnormal Beauty Company

Aqua (water), Alpha Arbutin, Polyacrylate Crosspolymer-6, Hydrolyzed Sodium Hyaluronate, Propanediol, PPG-26-Buteth-26, PEG-40 Hydrogenated Castor Oil, Lactoc Acid, Trisodium Ethylenediamkne Disuccinate, Ethoxydiglucol, Phenoxyethanol,Chlorphenesin.

Tekstur
Teksturnya kental, cair dan bening.

Tekstur The Ordinary ini cair dan kental dengan warna bening. Meski begitu serum ini cepet meresap ke dalam kulit tanpa memberikan reaksi aneh apa -apa ketika dipakai. Jadi kayak pakai air kental gitu aja, nggak semriwing atau apa. Serum ini juga baunya samar banget bahkan nyaris nggak berbau, jadi enak gitu lah dipakainya.

Performa
Aku sukaaaaaa The ordinary! Kalau dari cara pemakaian, The Ordinary ini dipakainya bisa pagi atau malam atau dua duanya dan nggak boleh lupa pakai sunblock kalau siang. Aku pakainya biasa tetesin ke telapak tangan - ratakan- lalu tepuk-tepuk di wajah. Aku pakai ini bareng Missha FTE yang punya efek booster jadi di kulitku hasilnya bagus. Kulitku jadi lebih cerah dan lembut, yah walaupun flek, freckles dan bekas cacar belom cling ilang tapi setidaknya bekas-bekas kejahatan cacar yang nggak terlalu tebal mulai memudar. Mungkin kalau ditelatenin bisa beneran hilang tanpa sisa. Aku jadi tambah tergoda kaaan buat nyobain varian yang lain! *menatap pak suami*. Ini hasil pemakaian The Ordinary dan Missha selama 21 hari.




Where to buy
Di Indonesia The Ordinary ini masih harus di beli online. Kamu bisa beli di benscrub, shopee (aku beli di toko ereview) tokopedia, atau di online shop terpercaya lainnya. Harganya sekitar 200-300 ribu untuk kemasan 30ml.

Kesimpulan

Pros :
+ Murah untuk bahan sekelasnya
+ Nggak bau, cepet meresap
+ Efektif mencerahkan
+ Awet

Cons :
- Belinya harus online

Repurchase? ABSOLUTELY YES!

Disclaimer : All opinions and thought on everything feaured on this blog are entirely my own. People can be allergic to anything. I recommend that you patch test yor skin first time you use any of products.

Thursday, July 27, 2017

Review : Missha Time Revolution The First Treatment Essence (Missha FTE)

Posted by Ony Christy at 10:24 AM 0 comments
Missha The First Treatment Essence

Masih dalam rangka mencari dupe FTEnya SK II and finally i found it!! Seneng banget deh, macem pengen nyanyi "Akhirnyaaaa~ ku menemukanmu.. saat raga ini.. mulai merapuh.. uwouwooo~" *langsung dipanggil audisi Indonesia mencari bakat* Nah, Sebenernya nih aku udah lama masukin Missha Time Revolution The First Treatment Essence ini dalam wish list tapi belum pernah kesampaian beli karena harganya lumiyin. Kan prinsipnya cobain dulu dari yang murah sapa tau cocok, karena kalo cocoknya ama skincare mahal kasian dompetnya bhihihik! Pada suatu hari pas mumpung duitnya ada dan lagi diskon akhirnya aku beli juga. Yeay!

Packaging
Harusnya ini masih ada tutupnya lagi, kecil gitu buat nutup bolongannya.

Missha datang dengan kemasan yang cukup elegan. Kardus luarnya berwarna silver  yang ada embossnya gitu, so cute. Sedang botolnya sendiri menurutku itu dari kaca ya. Cuma aku belum uji ketahannya kalau jatuh (sapa juga yang rela ngejatuhin, ntar kalo pecah gimana?). Botolnya bertutup ulir memudahkan untuk nuang ke kapas, dan ada tutup kecilnya lagi (tapi punyaku ilang) jadi aman dan bebas tumpah. But, menurutku missha ini nggak travel friendly karena geday gitu botolnya, walaupun kalau niat masih bisa kok dipindah ke botol yang lebih kecil.

Komposisi
Di kardus luar ditulis komposisinya apa, cuma kalau di botol tulisan korea aja. Komposisi missha ini antara lain; Sacharomyces Ferment filtrate, Bigida Ferment Lysate, Propanediol, Niacinamide, Polyquaternium-51, Ulmus Davidiana Root Extract, Betaine Amaranthus Caudatus Seed Extract, Pirper Methysticum Leaf/Root/Stem Extract, Beta vulgaris (Beet) Root extract, Phellodendrim Amurense Bark Extract, Cassia Alata Leaf Extract, Hydrogenated Lecithin, Sodium Hyaluronate, Pentylene Glycol, Water, Trehalose, Disodium EDTA, Hydrolyzed Corn Starvh, Adenosine, Ethylhexylglycerin, Butylene Glycol, Glycerin, Raffinose, Tromethamine, Acetic Acid, Lacyic Acid, 1.2-Hexanediol, Caprytyl Glycol, Hexapeptide-9 Phenoxyethanol, Potassium Sorba. Panjang banget ya komposisinya, tapi ampe jereng bacanya aku nggak nemu paraben di list. Mungkin dia memang nggak pakai paraben?Malah nanya, review macam apa inih? Kalau dari komposisi so far nggak ada bahan yang berbahaya untuk ibu hamil dan menyusui sehingga menurutku aman dipakai untuk ibu hamil dan menyusui.

Tekstur

Teksturnya watery dan cepat mereap

Teksturnya watery dan mudah meresap. Aku lebih suka pakai kapas dibandingkan langsung ditepuk-tepuk karena lebih merata. Karena bentuknya watery jadi dipakai sedikit aja sudah meresap kok. Missha ini juga baunya nggak menganggu dan cenderung soft baunya. Tapi kayaknya nih enak juga si Missha ditaruh botol spray buat semprot-semprot pas gerah . 

Klaim dan Performa
Sungguh menggiurkan, right?

Jadi konon Missha FTE ini punya fungsi :
- improvement of Moisturizing
- improvement of sleek skin texture
- improvement of bright skintone
- improvement if skin condition
- Synergi with next skincare step
Sungguh menggiurkan klaimnya! Semacam all in one product ya kan, hihihi Aku sampai nggak sabar buat segera pakai ketika missha ini datang. Di kerdus ditulis kalau Missha FTE dipakai setelah cleansing as a first step skincare, jadi missha ini memang berfungsi sebagi pre essence.

Setelah 21 hari memakai Missha FTE dibarengi The Ordinary Alpha Arbutin, my skin look better and i really love the result! Menurutku Missha ini memang berfungsi banget dan ngefek buat booster skincare selanjutnya. Aku merasa kulitku jadi bagus dan skincare yang aku pakai selanjutnya lebih terasa efeknya. Yah meski diawal aku sempet purging dan stress karena takut nggak cocok, akhirnya lama-lama sembuh dan kulitku jadi oke plus pori-pori jadi lebih rapat. Ini ya kondisi kulitku setelah 21 hari pakai Missha FTE 2x sehari plus pakai The Ordinary Alpha Arbutin setelahnya.
My skin after used missha and the ordinary

Missha FTE dijual seharga 375.000- 500.00 tergantung beli di mana. (Aku beli di Shopee) untuk kemasan 150ml. Agak lumayan memang harganya, tapi kalau bisa makenya ini awet banget kok. Bisa kali ya buat setahun.

Pros:
- Mencerahkan
- Melembabkan
- Memberi efek booster
- Merapatkan pori-pori

Cons :
- Nggak travel friendly, tapi masih bisa diakali dengan dipindah ke botol kecil.

Repurchase? ABSOLUTELY YES!

Disclaimer : All opinions and thought on everything feaured on this blog are entirely my own. People can be allergic to anything. I recommend that you patch test yor skin first time you use any of products.


Thursday, July 13, 2017

KB Aman untuk Ibu Menyusui

Posted by Ony Christy at 5:42 PM 26 comments

KB : Keluarga Bahagia 

Disclaimer : Tulisan ini dibuat untuk pembelajaran bersama, mohon dimaafkan jika terdapat kata yang mengandung unsur pornografi. Tulisan ini diperuntukan bagi 18+ khususnya ibu menyusui.

Halooo-halooo apa kabar? Gimana liburannya? Asik? Masih pengen diperpanjang? Sama sih aku juga, kayaknya enak ya kalo bisa liburan teruus tapi gaji juga jalan terus *dikeplak* Nah mumpung masih hawa-hawa liburan yang biasanya berasa bulan madu buat kamu LDM (Long Distance Marriage) aku mau cerita-cerita soal KB yang aman buat ibu menyusui. Hayooo siapa yang belum merencanakan KBnya?

KB atau Keluarga Berencana adalah salah satu cara untuk merencanakan keluarga (lah?). KB biasanya menggunakan alat/cara yang dikenal sebagai kontrasepsi. Dari bahasanya aja udah bisa ketebak kan, Kontra + sepsi , pencegahan pembuahan. Nah kali ini aku bahas KB untuk Ibu menyusui dulu ya, karena kalau nggak menyusui sih KBnya lebih bebas. Kenapa sih mesti KB? Yang jelas untuk mengurangi resiko kehamilan. Ibu dengan 4 TERLALU memiliki resiko komplikasi lebih tinggi dibanding ibu yang tidak. Ini bukan terlalunya Rhoma Irama lho yaa, tapi 4 TERLALU Itu adalah :

- TERLALU MUDA dan TERLALU TUA, Persalinan dan kehamilan dengan resiko paling rendah untuk ibu dan anak adalah jika usia ibu antara 20-35 tahun. 
- TERLALU BANYAK, Persalinan pertama dan kedua paling rendah resikonya.
- TERLALU DEKAT, jarak antara dua kelahiran sebaiknya 2-4 tahun.

Nah karena hal-hal diatas, maka sebaiknya berKB dulu ya Ibu-ibu. Supaya resikonya lebih rendah dan kita bisa dengan maksimal mengurus anak kita. KB apa saja yang bisa dipakai oleh ibu menyusui?

A. KB NON HORMONAL
KB Non hormonal tidak akan mempengaruhi kondisi hormon di dalam tubuh kita sehingga KB ini cenderung lebih aman. Meskipun demikian ada beberapa metode KB Non Hormonal yang memiliki angka kegagalan yang cukup tinggi. Keuntungan memakai KB Non Hormonal adalah kesuburan kita lebih cepat kembali dibandingkan jika kita memakai KB hormonal.

1. Metode Amenore Laktasi
Metode ini mengandalkan pemberian ASI secara eksklusif. Jadi kalau ibu menyusui bayinya secara full, maka otomatis akan terjsdi penundaan/penekanan ovulasi. MAL dapat dijadikan metode KB jika bayi menyusu secara penuh dan langsung (direct breastfedding) lebih dari 8x sehari, ibu belum haid dan bayi berusia kurang dari 6 bulan. Ketika bayi sudah mengenal MPASI maupun Sufor maka metode ini tidak bisa digunakan lagi meskipun bayi belum berusia 6 bulan. 

2. Metode KB Alami
Metode ini butuh konsistensi, kejelian, dan ketaatan yang tinggi. Ibu harus tau kapan masa suburnya, masa subur dapat diketahui dengan mengamati lendir yang keluar dari vagina (jika encer berarti subur), peningkatan suhu tubuh saat masa subur dan mengetahui tanggal serta siklus menstruasinya. Pasangan yang menggunakan metode ini harus menghindari bersenggama saat masa subur kalau tidak ingin hamil, vice versa

3. Metode Senggama Terputus
Metode ini adalah metode yang cukup tradisional dimana pria mengeluarkan penisnya dari vagina sebelum pria mencapai ejakulasi. Cara ini angka kegagalannya cukup tinggi, terutama jika tidak ada kerjasama yang baik dari suami atau jika suami mengalami ejakulasi dini.

4. Metode Barier/Kondom
Pinky kondom from BKKBN

Metode ini cukup efektif mencegah kehamilan jika digunakan dengan benar (harap baca cara pakai di kemasannya hihihi) dan selama kondom tidak bocor/expired. Selain dapat mencegah kehamilan, kondom adalah satu-satunya alat kontrasepsi yang bisa mencegah penularan Infeksi Menular Seksual (IMS) dan HIV. Namun perlu diperhatikan ada beberapa orang yang alergi terhadap latex/bahan dasar kondom. Jadi cek dulu apakah ibu alergi kondom atau tidak ya.

5. Metode IUD (Intra Uterine Device)
IUD dan Inserternya

Metode ini cukup efektif dan berjangka panjang. Metode ini juga dikenal sebagai metode 'spiral' karena jaman dulu IUD berbentuk spiral dan bisa dipakai seumur hidup. Saat ini IUD yang beredar di pasaran berbentuk seperti huruf T dengan kumparan tembaga pada kedua sisinya, dan bisa dipakai selama 4- 5 tahun. IUD tidak menganggu produksi ASI. Biasanya jika memakai IUD haid akan menjadi lebih banyak dari biasanya, namun tidak perlu cemas karena itu adalah hal yang normal. Sebagian orang takut pada proses pemasangan IUD, tapi percayalah prosesnya tidak semenyeramkan kelihatannya! Btw sekarang ada metode pemasangan pasca salin, jadi setelah melahirkan langsung dipasang IUD mungkin ibu bisa mendiskusikannya dengan dokter/bidan yang menolong persalinannya sehingga bisa dipasang langsung. Pssstttt aku pakai Metode yang ini lho! Dan aku sendiri nggak ada keluhan, haid lancar, dari suami juga tidak ada keluhan. 

B. METODE HORMONAL
Salah satu KB hormonal a.k.a suntik 3 bulan

Metode hormonal akan mempengaruhi hormon di dalam tubuh kita sehingga pada beberapa orang haid mereka akan terganggu. Gangguan haid yang di dapat biasanya berupa flek, atau malah tidak haid sama sekali. KB hormonal yang dapat dipakai oleh ibu menyusui adalah KB dengan hormon progesteron saja. Metode kontrasepsi yang mengandung hormon progestin saja adalah :
1. Suntik KB 3 bulan/ Suntik depo
2. Kontrasepsi pil progestin/minipil
3. Implan/susuk. 
Implan/susuk adalah metode KB progestin yang dimasukan ke bawah kulit. Biasanya di lengan bagian dalam, dan bisa dipakai selama 3-4 tahun. 

Kapan ibu menyusui sebaiknya mulai berKB?
Kalau misalnya ibu menyusui bayinya secara langsung (tanpa dipompa) dan eksklusif, KB dapat mulai dilakukan 6 bulan setelah selesai melahirkan. Namun jika tidak, KB dapat dilakukan secara langsung setelah melahirkan atau setelah masa nifas selesai. Gampangnya, ketika anak kita udah selapanan, aqiqahan, syukuran sebulanan,  maka itu adalah waktunya untuk berKB!

Nah sekarang udah ada kan gambaran soal KB bagi ibu menyusui, silahkan dilanjut diskusi dengan suami mau KB apa. Terus lanjut konsultasi dengan petugas kesehatan favorit ibu-ibu. Nah kalau ada yang mau ditanyakan lebih lanjut soal KB, feel free to contact me ya!


Friday, June 23, 2017

Cerita Keira : Promina puffs, Snack Sehat Lumer di Mulut!

Posted by Ony Christy at 11:00 AM 2 comments

Promina Puffs, snack sehat lumer di mulut!

Keira baru susah makan! Huhuhuhu dia mau sih makan tapi dikit doang, lebih seneng cimit-cimit ngemil. Berat badannya masih cukupan sih, cuma aku kan khawatir kalau dia makannya sedikit. Aku takut gizinya kurang. Belom lagi aku yang kerja gini bikin susah ngawasin makanannya Keira. Padahal Keira baru butuh nutrisi untuk tumbuh kembangnya. Disitulah kemampuan ibuk Keira benar-benar di uji. *Ceilah*  Banyak cara dicoba, mulai dari ganti menu, ajak jalan-jalan kalau makan, makan bareng keluarga sampai ngasih sendok biar Keira makan sendiri tapi ya gitu deh... Masih aja susah makan nasinya, maunya ngemiiil terus. Okelah, akhirnya Ibuk Keira berjuang cari cemilan bayi yang oke buat Keira.

Ngemil teruuuuss~

Ngemil itu ternyata boleh banget lho, karena cemilan menjadi bagian penting dalam mendukung kebutuhan nutrisi bayi, untuk melengkapi nutrisi yang didapatkan dari makanan utama. Lebih dari itu, kegiatan ngemil juga bisa melatih kemampuan motorik bayi karena bayi akan belajar menggengam dan makan sendiri, yah asal ngemilnya sehat sih. Nggak mungkin kan Keira ngemil mendoan pake rawit? (Itu mah ibuknyaaaa). Sayangnya nih, di Indonesia masih jaraaaang banget yang namanya cemilan anak bayi. Kudu PO lah, kudu beli online lah, rempoooong! Terlebih lagi, nyari cemilan buat bayi itu nggak semudah nyari cemilan buat ibuk bayi. Kita kudu merhatiin tekstur, bahan yang terkandung di dalamnya, cara pembuatannya, semuanya itu harus di sesuaikan dengan tumbuh kembang anak kita. Jangan karena si A bilang ini produk bagus trus langsung aja kita coba ke anak kita, padahal usianya aja jelas beda. Hihihi

Dan akhirnya pencarianku berakhir saat kutemukan Promina puffs, yeay! Jadi Promina puffs ini terobosan baru dari Promina yang merupakan snack untuk bayi dengan usia 8 bulan ke atas. Promina Puffs dibuat dari beras, gandum dan buah asli yang diperkaya dengan nutrisi penting seperti; 7 vitamin, zat besi dan kalsium. Promina Puffs juga dilengkapi dengan omega 3 & 6 yang penting untuk pertumbuhan optimal dan perkembangan otak bayi. Promina ini ada dua varian rasa : Pisang dan Blueberry. And you know what? Rasanya enaaaaaaaaak bangeeeet! (Ketahuan kan kalo ngicip *tutup muka*) Karena dibuat dari buah asli, jadi rasanya juga beneran rasa pisang dan blueberry yang pas buat lidah bayi,  nggak terlalu manis. Pokoknya pas deh buat bayi yang baru belajar mengenal rasa.  

Komposisi promina puffs

Yang aku suka banget selain rasanya yang enak adalah bentuk dan ukuran Promina Puffs yang unyu-unyu kayak bentuk bunga gitu. Nah ternyata ukuran dan bentuk Promina Puffs ini sudah disesuaikan dengan kebutuhan bayi sehingga dapat melatih kemampuan motorik bayi dalam dalam menjimpit, menggenggam makanan. Sehingga si bayi bisa belajar buat makan sendiri. Keira suka banget nih, soalnya dia bisa ngambil puffsnya dan makan sendiri. Lucunya Keira nggak mau ngambil langsung banyak, maunya satu-satu. Aku jadi geli sendiri deh kalo ngliat dia makan promina puffs ini. Jadi Keira ambil satu-satu tapi terus menerus, jadi mulutnya penuuh! Hahahaha 

Bentuk dan tekstur Promina Puffs

Apakah aku nggak takut Keira kesedak? Of course not, tekstur Promina ini gampang lumer di mulut jadi sebenernya tanpa dikunyah pun dia bakal bisa ketelen sama bayinya. Tapi kalo dikunyah lebih asik sih, bunyi kries kries gitu, berasa lagi makan snack orang gede. Nggak usah panik kalo nggak abis sekali makan, Promina Puffs memiliki kemasan yang “on the go”, sangat pas untuk dibawa jalan-jalan dan ada klipnya. Jadi abis makan kalau nggak abis bisa diklip lagi,jadi nggak cepat melempem satu kemasan bisa untuk 1-2 kali makan aja. Buat ibu-ibu yang ngasih anaknya makan dengan metode BLW produk ini mesti dicoba! Wajib! 

Kemasan on the go, mudah dibawa, nggak takut melempem!
Buruan ya beli Promina Puffs di minimarket terdekat, buat bekal mudik nanti. Kunjungi Website promina di www.promina.co.id, Fanspage Facebook Bayi Sehat Promina dan Instagram @bayisehatpromina untuk info lebih lanjut! Selamat ngemil!

Xoxo

Tuesday, June 13, 2017

Menghilangkan Bekas Luka, Bisakah?

Posted by Ony Christy at 6:35 AM 0 comments
Muka tanpa make up, tolong akui kalau aku tambah tirus ya! 

Percayalah tidak akan ada usaha yang mengkhianati hasil.

Ini cerita tentang bagaimana cara menghilangkan bekas luka di wajahku yang unyu ini. Jadi sekitar bulan november 2016 aku kena cacar air a.k.a varicella atau kalau orang ndeso bilangnya cangkrangen. Konon banyak yang bilang kalau penyakit ini cuma bakal menyerang sekali seumur hidup, entahlah. Yang jelas aku memang belum pernah kena cacar sejak kecil. Jadilah aku kena cacar ketika usiaku 25 tahun dan lagi sayang-sayangnya sama kulit. Huhuhuhu

Cacaren itu nggak enak banget. Meskipun aku jadi nggak boleh kerja karena sakit ini menular yang artinya libur panjaaaaang buangeeet tapi aku jadi harus mengisolasi diri di kamar, nggak bisa ketemu Keira dan neteki. Waktu itu sampai 2 minggu aku nggak neteki, dan ASI cuma diperah lalu dibuang. Cacaren ini jugalah yang bikin aku gagal menyusui selama 2 tahun. Sediiiih~ *Cubitin mahasiswa yang nularin aku*

Kesedihan nggak sampai disitu, cacar dengan kejamnya meninggalkan bekas-bekas kasih sayangnya di wajahku. Huwaaaa~ pegimane ini... usia udah seperempat abad begini makin susah lah kulit ini buat beregenerasi. *Nangis darah* Padahal ya, cacar ini bekasnya nggak begitu banyak lho di tangan dan di kaki, tapi di wajah kok buanyaaaak buangeetttt. *Lempar cermin* Padahal aku udah berusaha nggak menggaruk cacar di muka ini dan rajin olesin VCO + eo lavender ke muka buat ngilangin gatel dan mencegah bekas luka. Tapi tetep ajaaaa~ hiks

Untungnya suami aku itu baiknya sejagad raya. Ketika aku ngadu kalo kulit muka jadi banyak titik-titik noda, dia mendukung banget buat bebelian skincare. Yuhuuu~ aku jadi bahagia bisa nyobain skincare-skincare baru! Tapi setelah nyari review sana-sini, hasilnya malah bingung. Ini yang ampuh apaan ya? Trus jadi inget kalo aku punya kenalan seorang beauty consultant, sebut saja namanya Mak kluk-kluk. Mak kluk-kluk ini biasa biasanya pakai produknya dr.Simon spKK dan nefertiti. Sayangnya aku udah hilang semua kontak si emak. Dasarnya emang jodoh, aku ngubek FB dan nemu akunnya. Lalu emak menemukan aku di Instagram dan akhirnya DM, akhirnya lanjut Whatsapp dan yeay aku jadi pasien emak!! Emak ini baik banget ya kalau sama aku, dia nggak maksa kita beli produknya semua kok. Kalau misal nggak cocok ya boleh stop. Emak malah bilang, besok kalo udah sembuh boleh balik pakai skincare yang lama. Baik kaan~ 

Kali ini aku akan cerita produk apa aja yang aku pakai buat membasmi bekas lukaku ini. Maybe next akan aku review one by one (kalau memungkinkan). Doakan saja aku nggak malas sibuk ya. 

Produk yang dipakai bulan November 2016 - April 2017 : 
1. Nefertiti/ Personal beauty series.
Ini produk dari emak. Aku waktu itu dikasih sunblock, cleanser dan facial wash. Dari ketiga produk ini di kulit aku yang cocok hanya sunblock. Facial washnya bagus sih, bersih dan nggak bikin jerawatan tapi aku terlanjur suka sama hadalabo yang aku pakai. Sedang cleansernya bagus juga, tapi aku udah terlanjur nyetok viva green tea banyak. Jadi yang masih setia ku repurchase adalah sunblocknya. Sunblocknya ditaruh di jar, hasilnya matte dan nggak berwarna jadi nggak ganggu make up. Kemampuan melindungi kulit menurutku bagus ya, soalnya aku bolak balik naik motor 60 km juga kulitku nggak gosong. 

2. Gel spot.
Sumpah ini aku nggak tau merk apa, soalnya aku dikasihnya share in jar sama emak. Bentuknya gel gitu (ya iyaalah!) dan mesti disimpan di kulkas. Rasanya biasa aja ketika dipakai, nggak ceklit-ceklit atau apa tapi hasilnya bagus di aku. Bekas luka beneran memudar lho setelah telaten pakai ini, Sukaaaak!

3. Papulex oil free cream.
Ini juga produk dari emak.  Produk ini sebenernya tulisannya buat kulit berminyak dan berjerawat, makanya buat kamu yang kulitnya kering atau normal sebaiknya nggak usah banyak-banyak pakainya atau ditotol aja ke bekas lukanya. Soalnya kalau dipakai rata semuka bisa jadi kering mukanya. Dulu aku pakai semuka trus kulitku jadi kering, akhirnya stop pakai semuka dan cuma di spot aja. Pakainya abis pakai gel spot. Padahal ya aku suka sama hasil akhir papulex ini, kulit jadi matte gitu. Awalnya aku sempet ragu karena produk ini nggak ada tulisan klaim bisa menghilangkan bekas luka. Akhirnya percaya aja deh sama emak dan ya beneran memudar sih bekas luka cacarnya. Hehehehe

4. Hiruscar.
Ini nitip enjelah dari singapura, tapi kata emak nggak boleh dipakai terlalu sering karena bisa bikin kering. Hanya karena sayang udah beli dan nitip jauh-jauh akhirnya tetep aku pakai selang-seling sama papulex. Nggak tiap hari juga sih pakainya. Teksturnya gel dan baunya aneh, hiruscar ini cepet meresap kok dan anyep gitu di kulit. Kemampuan menghilangkan luka entah ya, karena kan aku pakai papulex dan gel spot juga. So i dont know mana yang sebenernya paling ngefek. *Dikeplak pembaca*

5. Rosehip oil blend by Elea organic (Scar/Brightening oil blend)
Tertarik beli karena komposisinya : Rosehipseed Sea Buckthorn, Arhan, Emu, Marajuca, Tamanu, evening Pimrose, Pomegranate, Helichrysum, Rosemary Verbenon, Lavender, Frankincense, Lemon, Pink Grapefruit Oil - Certified organic. Bagi pecinta oil yang udah paham oil-oilan pasti tahulah kalau komposisinya ini endes banget. Aku udah pakai rosehip dan argan sejak sebelum hamil sih, jadi cocok-cocok aja pakai ini. Hasilnya kulit jadi baguuus banget dan tidur pun nyenyak. Harganya? 175 ribu buat 10ml. Worth to buy lah.

6. Cosrx galactomyces 95 whitening essence.
Salah satu essence dari Cosrx, dipakai sebagi serum. Review lengkap bisa dilihat di sini.

7. Benton Snail cream
Ini moisturizer yang udah lama aku pakai. Hasilnya kalau pakai ini muka jadi lembab, lembut dan cerah. Harganya termasuk terjangkau kok. Sayangnya waktu aku nulis postingan ini Bentonku habis dan belum beli lagi karena.. aku udah tergoda beli moisturizernya the ordinary (yang belum aku pakai juga). Kalau kamu pecinta skincare korea, pengen kulit lembut, lembab dan cerah kamu bisa pakai ini. Apalagi kalau kamu tinggal di daerah berpolusi, benton ini bagus banget buat memperbaiki struktur kulit kusam. 

Produk tambahan yang dipakai sejak bulan Mei 2017. 

1. Missha The First Treatment Essence.
Saat postingan ini ditulis, aku baru pakai Missha sekitar 2 minggu. Konon katanya ini adalah best dupenya SK II FTE. Aslinya suami udah ACC beli FTE full size sih, tapi akuuuh nggak rela lah beli skincare seharga sejuta! Bisa makan nasi ama garem ntar. Jadilah aku beli Missha aja yang harganya jauuuuuuh lebih murah dari SK II. Sejauh ini efek boosternya keliatan sih, yeay! Cuma kok ini aku beruntusan ya, apakah karena missha atau karena the ordinary? Yeah kali ini saking nggak sabarnya aku memang melanggar rule 14 hari skincare tunggal baru nyoba lagi yang baru. Ya abisnya, penasaran. Review lengkap akan kutulis soon, karena aku nggak bisa review skincare sebelum kupakai selama sebulan.

2. The Ordinary Alpha Arbutin.
Ini beneran deh karena tergoda review luar negri. Huhuhuhu jadi the ordinary ini adalah merk skincare baru yang lagi booming di luaran sana karena harganya yang murah dengan komposisi yang wow. Yah meskipun setelah masuk indo nggak jadi murah juga sih karna ongkirnya juga mehong, bikin aku kudu searching online shop termurah se shopee. Hahaha The ordinary ini satu serum hanya satu bahan aktif doang. Misal yang aku beli nih, dia isinya ya cuma alpha arbutin doang. Jadi kalo kamu mau dapet dua manfaat, memcerahkan dan mengencangkan misalnya kamu harus mix serumnya alias nggak bisa cuma pakai satu doang. Kali ini aku nyoba alpha arbutin yang katanya oke buat hiperpigmentasi. Let see sebulan lagi ya, nanti pasti aku review!

Note : Aku nggak menyarankan pakai krim abal-abal gajebo yang nggak jelas bpom dan ijinnya ya. Aku udah pernah pakai dulu dan hasilnya aku jadi punya banyak flek! Jadi sekarang aku lebih suka pakai produk pabrikan (meski kudu PO atau beli online kalau itu kebetulan produk yang belum masuk indonesia) atau pakai produk dari dokter beneran yang punya tempat dan ijin praktek. Aku pribadi juga nggak demen ke klinik kecantikan kalau hanya untuk perawatan biasa (menghaluskan, memutihkan, mencegah kerut) karena biasa produk mereka nggak bisa dipakai ketika hamil dan menyusui. Malesin banget kan kalo pas hamil dan menyusui kulit ajdi breakout? Kecuali nih kalau kamu jerawtan parah atau berbekas luka parah gitu bolehlah ke klinik. Tapi kalau cuma mau mencerahkan? Errr... mungkin bisa pakai produk yang non steroid dulu? Tapi sekali lagi ini hanya pendapatku ya, dan apa yang cocok di aku belum tentu cocok di kamu.

Disclaimer : All opinions and thought on everything feaured on this blog are entirely my own. People can be allergic to anything. I recommend that you patch test yor skin first time you use any of products.

Sunday, May 28, 2017

Perawatan rambut keriting : Apa yang harus dilakukan?

Posted by Ony Christy at 4:19 PM 0 comments
Rambut cantik itu nggak harus lurus ya.

Halooooh~
Sudah di penghujung bulan mei nih, asyik bentar lagi bisa nodong suami mau minta dibeliin apa suami pulang. Biasalah balada LDM. Dan ternyata udah 5 bulan aja ya aku punya rambut keriting, eh salah maksudnya udah 5 bulan aja ya aku berdamai dengan rambut keriting. Nah kali ini aku mau berbagi apa aja sih yang mesti dilakukan dan dihindari kalau kamu punya rambut keriting. Err.. sebenernya aku mau cerita juga sih tentang jenis-jenis rambut keriting dan juga step by step perawatannya, tapi itu di next post aja ya karena bakal kepanjangan kalo ditulis disini. 

By the way sebelum aku kasih tau apa aja yang mesti kamu lakukan kalo rambut kamu kruwel-kruwel kayak mie, aku mau cerita pengalaman aku selama 5 bulan berambut keriting. Asli ya punya rambut keriting itu ternyata amazing banget. Enaknya sih, nggak perlu sering keramas dan sisiran, nggak enaknya banyak orang yang akan ucluk-ucluk megang rambut kita dan bilang, "eh ini asli?" Ya kalo tangan dia bersih sih nggak apa-apa ya, lha kalo dia abis megang terasi? Haduuuhh..! Selain itu punya rambut keriting itu bakal jadi pusat perhatian, karena kamu unik dan beda dari yang lain (belum lagi kalo rambutnya pas megar kayak singa). Enaknya kalo kamu pesan taxi online dan ditelpon sama drivernya, kamu tinggal bilang, " Saya yang berdiri di depan anu, pakai baju anu dan keriting." See? Gampang kan? Huehehehe

Naaaaah daripada kelamaan ini dia tips dari aku kalo rambut kamu keriting emesh!! 

1. Jaga rambut tetap lembab.
Jadi rambut keriting itu cenderung kering ya. Mungkin karena bentuknya yang berlekuk-lekuk kayak indomie kesayanganku, nutrisi dari akar jadi susah sampai ke ujung rambut. Alhasil rambut keriting biasanya super duper kering dan rapuh. Apalagi kalau kamu suka catok rambut, bakal jadi keriiiing kayak perasaanmu yang kurang siraman kasih sayang. Nah cara buat jaga kelembaban rambut adalah dengan rajin pakai conditioner, melakukan deep conditioning minimal seminggu sekali, pakai shampo yang bikin rambut lembab, jangan terlalu sering ngejar layangan di lapangan dan rajin pakai vitamin rambut atau hair oil.

2. Jauh-jauh dari sisir.
Sisir adalah musuh rambut keriting, apalagi kalau sisirmu sisir yang giginya rapet-rapet. Rambut keriting kalo sering disisir bakal megar kemana-mana dan frizzy banget. Kalau aku nyebutnya jadi njebobok. Kalau kamu tetep nggak bisa putus hubungan dengan sisir, sebaiknya kamu pilih sisir bergigi jarang yang syukur-syukur bahannya dari kayu. Supaya apa? Ya supaya rambutmu nggak ngembang. Nah kamu juga sebaiknya sisiran cuma pas rambutmu basah aja, bisa sambil makai conditioner, hair vitamin atau hair oil.

3. Jauhkan tangan dari rambut ketika rambutmu kering.
Selain nggak boleh terlalu sering disisir, rambut keriting juga nggak boleh terlalu sering dipegang. Suka boleh pegang jangan. Kalo dipegang-pegang ntar keritingnya rusak, jadi frizzy deh! Pokoknya kalo udah kering ya biarkan aja, rapiin dikit. Jangan di utak-atik ya.

4. Jangan terlalu sering keramas
Karena rentan kering rambut keriting nggak boleh terlalu sering dikeramasi. Minimal 2 hari sekali lah ya, karena kalo sering dikeramasi ntar dia tambah kering. Pokoknya jangan keramas tiap hari. Apalagi kalo kamu masih pakai shampo yang ber SLS dan ber Silikon. Aduh bye rambut keriting emesh deh kalo keramas tiap hari.

5.Keringkan rambut dengan handuk microfiber atau kaos. Jangan pakai handuk!
Selain musuhan sama sisir, rambut keriting juga musuhan sama handuk. Kamu nggak boleh gosok rambut pakai handuk kalo rambutmu keriting. Karena handuk itu kasar, dear. Ntar rambutmu jadi megar dan melayang-layang gitu. Sebaiknya kamu pakai handuk microfiber yang lumayang mehong atau pakai kaos katun punya suami buat ngeringin rambutmu ya. 

6. Perhatikan posisi rambut saat tidur.
Biar tetep kece ketika bangun tidur, kamu harus merhatiin rambut juga lho saat tidur. Kalau kamu pengen rambutmu tetep oke saat bangun tidur biar bisa langsung cuss ketemu gebetan tanpa sisiran kamu harus melakukan hal berikut :
- Tidur dengan sarung bantal dari sutra. Nggak kudu beli sarung bantal sutra, beli aja scraft sutra atau kain sutra gitu.
- Kepang rambut
- Kuncir rambut ke atas, kayak ekor kuda tapi lebih atas lagi deket jidatm teknik ini disebut pineaple. Kayak nanas soalnya .
- Pakai penutup kepala dari sutra. Again kamu boleh beli penutup kepala sutra atau pakai scraft aja buat bebat rambut kamu.


Nah sementara itu dulu ya tipsnya. Oh dan yang penting kamu happy dan bersyukur dikasih keunikan sama Tuhan ya! See you in next post!

Xoxo


Saturday, May 13, 2017

Review : Cosrx Galactomyces 95 Whitening Power Essence

Posted by Ony Christy at 7:30 PM 0 comments
Cosrx Galactomyces 95 Whitening Power Essence

Liburan telah usai! Saatnya kembali ke rutinitas, buangin lemak hasil 'tabungan' waktu libur panjang dan memperbaiki kulit yang gosong akibat panas-panasan. Btw sekarang aku baru ribet menambah beberapa skincare baru karena 2 sebab penting. Satu karena bekas cacar yang bandel banget nggak mau move on dari wajah dan yang kedua karena kesel selalu dikira lebih tua dari suamik!! Jadilah konsen skincareku  ada dua : brightening dan anti aging.

Nah sebelum berkutat dengan skincare baru aku mau cerita dulu soal beberapa skincare yang udah aku pakai. Salah satunya adalah Cosrx Galactomyces 95 Whitening Power Essence. Cosrx adalah produk asal Korea yang mengusung konsep minimalis. Kalo diperhatikan nih komposisi Cosrx minimalis banget, dia nggak pakai bahan-bahan 'nggak penting' seperti parfume dll. Kemasannya juga simple dan mirip-mirip. Makanya kalo punya Cosrx lebih dari satu better beneran dibaca deh kemasannya. 

Aku dulu tertarik beli Cosrx varian ini karena masih belum bisa move on dari SK II. Dulu aku ngarep Cosrx ini akan kasih manfaat yang hampir sama, secara ya bahan aktifnya sama sama fermentasi galactomyces. Harganya pun juga jauuuuuuuuhhh lebih murah dari SK II (Gaes, SK ii 75 ml bisa dapet ini 200ml). Cosrx Galactomyces 95 Whitening Power Essence ini klaimnya bisa mencerahkan dan menghaluskan kulit wajah. Komposisi yang terkandung di dalamnya antara lain: Galactomyces ferment filtrate, niacinamide, sodium hyaluronate, betaine, panthenol, glycerin, 1,2-hexadienol, allantoin, butylene glycol, xanthan gum,ethyl hexanedienol, adenosine. Kalau dilihat dari segi bahan, Cosrx ini aman ya untuk ibu hamil dan meyusui.

Kudu kursus bahasa Korea nih nampaknya!

Dari segi komposisi nampak oke ya, ada galactomyces ferment filtrate sama niacinamide, makanya pantes kalo cosrx mengklaim varian ini bisa mencerahkan kulit. Tekstur cosrx Galactomyces 95 Whitening power Essence sendiri cair tapi nggak watery banget. Jadi dia agak kental gitu, nggak ada bau dan rasa(?) alias plain. Ketika dipakai dia nggak lengket kok, langsung meresap kedalam kulit dan bikin kulit setelahnya lembab. Aku biasanya pakai dengan cara taruh essence di telapak tangan-ratakan-tepuk-tepuk di wajah. Meski begitu, dibagian belakang kemasan cosrx ada cara pakainya kok!

Teksturnya seperti air tapi lebih kental

Cosrx Galactomyces 95 Whitening Power Essence ini hadir dalam kemasan khas Cosrx, plek banget sama kemasan tonernya. Jadi kalau mau pakai atau beli, harap dibaca bener-bener ya judulnya. Ntar salah lagi, hehehe botolnya botol pump dan ada tutup beningnya. Cukup enak dan hygienis sih, botol dari plastik jadi nggak takut pecah juga kalau kamu bawa-bawa kemana-mana.

Untuk performa menurutku cukup bagus. Ketika aku pakai Cosrx ini aku sedang dalam proses penyembuhan bekas-bekas kena cacar, jadi aku sama sekali nggak boleh pake acid-acidan dan bahan-bahan whitening yang keras. Konsennya baru ke spot-spot bekas luka aja. Nah ketika pakai cosrx ini, kulitku tetep bertahan apa adanya meski aku panas-panasan. Tetep cerah gitu lho maksudnya, meski ini satu-satunya pencerah yang aku pakai. Sayangnya, cosrx ini nggak punya efek booster kayak sk ii. Padahal aku nyarinya yang punya efek booster. Untuk melembabkan, di kulitku yang akhir-akhir ini kering karena baru perawatan spot luka itu tadi cosrx masih kurang melembabkan mungkin karena konsen varian ini memang bukan hydrating ya. Menurutku buat kamu yang kulitnya normal-oily, cosrx ini bakal bagus banget.

Cosrx ini bisa kamu beli di online shop macam althea, hermo, tokopedia, shopee, atau di Instagram juga bertebaran yang jual. Harganya sekitar 200-250 ribu untuk 100ml, tergantung kebaikan hati yang jual. Dan jangan salah, cosrx ini awet banget lho. Aku pakai sejak bulan desember akhir (sekitar 5 bulan yang lalu) dengan pemakaian barbar 2x sehari, cosrxnya masih 1/3 botol. Hehehe

Pros :
- Mencerahkan
- Harga terjangkau
- Bahannya minimalis, hampir mirip kayak SK II

Cons :
- Nggak ada efek booster
- Kurang lembab


Repurchase? No, karena aku baru nyari booster. Tapi beneran deh kalau kamu nyarinya essence/serum aja dengan harga segini menurutku Cosrx itu worth to buy.

Disclaimer : All opinions and thought on everything feaured on this blog are entirely my own. People can be allergic to anything. I recommend that you patch test yor skin first time you use any of products.

Wednesday, April 12, 2017

Si Rambut Keriting

Posted by Ony Christy at 8:32 PM 6 comments

Kali ini aku mau cerita soal rambut keritingku. Bagi yang temenan sama aku di facebook atau follow instagramku atau pernah ketemu aku beberapa saat lalu pasti tahu kalau sejak Januari 2017 rambutku jadi keriting-keriting emesh gitu. Nggak sedikit yang nanya, "Itu asli?" Atau "Lho rambutmu keriting to?" Atau memuji "Iihh rambutmu bagus ya! Asli?" Hmmm... Memang bagi yang nggak kenal aku dari kecil mesti nggak tahu kalau sesungguhnya rambutku itu keriting. 

Selama 13 tahun aku terjebak dalam definisi rambut cantik yang salah kaprah, dan semuanya berawal dari jaman aku SMP. Dulu pas masih lugu aku sih nggak peduli ya mau rambutku lurus atau keriting, panjang atau pendek. Kedua orangtuaku kan rambutnya keriting, jadi kalau rambutku keriting berarti bener dong aku anak mereka! Masalah muncul ketika aku masuk SMP. Secara SMPku waktu itu ada di ibukota kabupaten yang murid-muridnya lebih kekotaan dibandingkan aku yang berasal dari dusun di pesisir kidul gunungkidul. Akhirnya aku jadi semacam bahan bully'an, ditambah lagi karna dulu aku jalan kaki berangkat dan pulang sekolah maka kulitku jadi mbladus. Soalnya dulu aku jalannya jauh sih, kalau di jogja kira-kira dari xxi jalan solo ke mirota kampus, mayan kan kalo jalan kakinya jam satu siang?

Dulu temen SMPku sering manggil aku brimob alias brindil mobal mabul. Aku nggak ngerti sih kudu bersyukur karna mereka perhatian gitu sama rambutku atau malah membenci mereka karna mereka tidak menerimaku apa adanya. Even tough nilaiku cukup menonjol dibanding mereka tapi yeah kondisi fisik ini bikin mereka suka jahat sama aku. Entah maksud mereka itu bercanda atau mulutnya memang jahat, tapi apa yang mereka ucapkan itu ngaruh ke aku mentally and phisically. Pokoknya akhirnya aku jadi merasa rambut yang cantik itu ya yang lurus. Dan akhirnya aku mulai deh meluruskan rambutku. Btw sebenernya ada beberapa anak lain yang juga sering dibully sih, dan aku nggak ngerti apakah bullyan itu ngefek di mereka. Yang jelas setelah sekarang dewasa aku amati nih anak yang dibully ini malah jadinya lebih sukses daripada yang membully. See? Karma does exist. *Ketawa ngikik*

Sampai kelas tiga SMP aku masih rajin ngelurusin rambut, sampai-sampai aku pernah dipanggil guru karna dikira ngecat rambutku jadi merah. Padahal sungguh, aku cuma kebanyakan nyatok rambut aja koook! Pernah sih waktu kelas 3 aku potong rambutku karna rontok, tapi setelah itu ya lanjut lagi dilurusin terus. Awal masuk kuliah aku diputusin sama pacarku (cieee curhat!) dan mantanku ini langsung punya pacar lagi yang rambutnya item, lurus, dan panjang. Akhirnya definisi rambut cantik buatku bertambah, rambut cantik itu adalah rambut yang lurus, panjang dan item.

Sampai lulus kuliah dan masuk kerja aku tetep kekeuh dengan definisi rambut cantik versi mantan pacarku itu. Bahkan ketika aku deket sama orang yang suka sama cewek berambut pendek, aku tetep nggak mau potong rambut. Meski aslinya nih aku tetep bertanya-tanya, jadi rambut cantik itu rambut yang pendek?? Ya ampuun gebleg banget kan aku jaman dulu itu. *Tutupin muka* Nah sampai suatu hari hubunganku sama dia bubar jalan dan buat buang sial aku potong rambutku dari sepinggang jadi seleher. Gilaaa banget kaaan! Dan ternyata punya rambut segitu itu susah, kudu di blow biar nurut. Kalo kerja nanggung deh antara mau diburai apa dikuncir. Tapi teteup dong rambutnya dilurusin. Hahahah

Sampai akhirnya aku ketemu babang suami. Seumur-umur baru kali ini aku ketemu lelaki yang nggak ngomenin penampilanku. Mau aku pakai baju seksi-seksi, baju kebesaran, mau aku sendalan jepit atau pake high heels, mau aku make up atau hawul-hawulan, dia nggak pernah protes. Aku nggak ngerti sih, ini karena babang suamik itu kelewat cuek atau karna dia mencintaiku apa adanya. Tsaaaaah~ Suamiku itu ngomennya cuma, " Kok kamu cantik?" (Yang rasanya aku udah kayak melayang terbang) atau " Mbok kamu tu olahraga biar sehat, jangan males-malesan gitu deh!" Huakakakak tau aja sih aku senengnya gegoleran.

Waktu pacaran sama suami ya tetep sih aku ngelurusin rambut, karna semacam udah kebiasaan gitu. Bayangkan aku udah 13 tahun lho nglurusin rambut!! Sampai akhirnya kami menikah dan langsung dikasih Keira. Karena ibu hamil nggak boleh ngelurusin rambut akhirnya aku berniat beneran merawat rambutku dengan baik : rajin pakai hair oil (aku pakai dabur amla, castor oil dan vco), rajin maskeran, nggak nyatok rambut (ini lebih karena nggak sempet!). Tujuannya sederhana sih, supaya ranbutku cepet panjang, kuat dan sehat jadinya pas di lurusin nanti hasilnya bagus. Bhihik! Tetep ya niat mau nglurusin rambut.

Setelah Keira lahir, ternyata aku juga belum bisa ngelurusin rambut. Selain karena pro dan kontra boleh/enggak busui meluruskan rambut juga karena aku belum ada waktu. Eh tapi tapi... Kok rambutku tumbuhnya bagus ya? Item, tebel, lembut dan halus. Waktu itu rambutku bentuknya aneh sih, separuh lurus separuh keriting. Buat kamu yang ngelurusin rambut, kamu pasti tau fase ini. Fase dimana rambut sudah tumbuh keriting sementara bawahnya lurus. Jelek banget deh!!

Perlahan tapi pasti aku mulai tertarik buat baca-baca perawatan rambut keriting, metodenya gimana, nggak boleh diapain aja, kudu pakai perawatan apa, dll. Sempet nyasar di youtubenya gracia indri dan beberapa youtuber berambut keriting lainnya terus aku mulai jatuh cinta sama rambut keriting. Ketika akhirnya rambutku rontok parah karena menyusui, aku memberanikan diri buat memotong rambutku dan 'membuang' semua sisa rambut lurusku. 

Dan iam falling in love bangeeeeeeettt sama rambutku yang baru!! It feel so good!!

Terlebih lagi kalau tau cara perawatan rambut keriting yang benar, keritingnya bisa jadi bagus. Kriwil-kriwil gimana gitu. Mana lebih hemat lagi karna nggak perlu ngelurusin rambut tiap bulan. Deuu makin cingta deh sama rambutku. Sekarang aku bangga dong kemana aja mengurai rambut keritingku. Aku merasa istimewa, karna nggak semua orang rambutnya keriting kan? Pun rambut keriting itu enaaaak banget, aku nggak perlu sering-sering nyisir rambutku. Bangun tidur tinggal sisir jari doang lalu pergi. Hehehe love banget deh! 

Moral of the story : 
Pertama, jangan suka ngebully orang, walaupun kamu cuma bercanda. Karena itu beneran bisa berpengaruh dengan diri si orang itu. Kalau ngaruhnya positif dan bikin dia terpacu jadi lebih baik sih nggak apa-apa, lha kalau dia akhirnya jadi bunuh diri?

Kedua, cintailah dirimu sendiri apa adanya. Sungguh Tuhan sudah menciptakan kamu dengan sempurna. Aku tahu nggak semua orang meluruskan rambut kerena nggak pede, ada juga yang karena rambut keritingnya susah diatur. Tapi sungguh life is beautiful ketika kamu bisa cinta sama dirimu sendiri. Nggak peduli kamu pesek, gendut, item. Kamu cantik, dengan caramu. Dietlah karena kamu ingin sehat dan cinta sama dirimu bukan karena langsing itu cantik. (lah? Kok ngomongin diet??)

Ketiga, sebenarnya selalu ada orang yang mencintai dirimu apa adanya, kamu hanya perlu berusaha menemukannya, mensyukuri keberadaanya dan menjaga supaya dia tetap ada di sisi kita. Terima kasih untuk para sahabat (you know who you are!) dan suami untuk mencintaiku apa adanya. 


Love,
Ony


Dapatkan post terbaru melalui E-mail

 

Bidan Bercerita Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos