Wednesday, November 15, 2017

Serba Serbi Minyak Part 2 : Essential oil (Essential Oil yang aman untuk bayi)

Posted by Ony Christy at 7:44 PM 0 comments

Disclaimer : Postingan ini bukan bermaksud menjelekan atau merugikan pihak atau brand terterntu, postingan ini pure opini penulis. Penulis bukan ahli perminyakan, nggak jualan minyak, penulis hanya berusaha berbagi apa yang penulis tahu dari membaca dan bertanya kepada yang lebih mengerti.

Sudah baca soal Serba-serbi minyak untuk wajah part 1? Kalo belum silahkan baca dulu ya, supaya nyambung dan makin semangat pakai oil nya! Hihihi 

Essential oil itu beda sama Carrier oil, kalo diibaratkan makanan essential oil adalah "bumbu" untuk menambah cita rasa dan manfaat. Essential oil sebaiknya selalu dipakai bersama carier oil tapi carrier oil boleh dipakai sendirian tanpa essential oil. Essential oil adalah inti suatu tanaman atau kalau mau ekstrim : nyawa suatu tanaman. Ada dua cara mengekstrak essential oil dengan distillasi (penguapan) dan dengan di press. Biasanya metode distilasi menghasilkan buangan berupa hydrosol : air dengan kandungan manfaat yang sama dengan essential oil. Hydrosol ini oke banget lho buat toner. 

Hampir semua tanaman bisa dibuat essential oilnya, jadi harap diperhatikan baik-baik jenis tanaman apa yang dipakai kalau kamu beli essential oil. Misalnya lavender, lavender itu ada banyak macamnya jadi perhatikan juga nama latin lavender yang kamu beli. Begitu juga essential oil yang lain. Perbedaan jenis bunga juga berpengaruh sama harga dan kualitas lho.

Ngomong-ngomong soal kualitas ada banyak essential oil berkualitas bagus yang beredar di pasaran. Sayangnya di Indonesia yang beken cuma Young Living aja karena memang YL sangat mudah di dapat, padahal merk lain yang kualitasnya bagus banyak lho. Selain itu, Indonesia kan negara penghasil rempah-rempah ya jadi semestinya di Indonesia banyak juga bertebaran penghasil Essential oil. Sayangnya lagi, para penghasil Essential oil ini lebih memilih ekspor ke luar daripada jualin ke kita, makanya jarang banget nemu essential oil produk lokal yang oke dan mudah di dapat. 

Aku pribadi sih nggak suka sama Young Living. Ilfeel malah. Menurutku Young Living itu terlalu mahal, untuk oil dengan kualitas yang sama harganya bisa selisih separuh lebih! Yah, mungkin karena marketing YL itu semacam MLM, jadi mestinya ngasih untung juga buat seller. Dan ini yang bikin aku males beli, bayangin aja misal seller dapet fee 20% dari harga jual ya maka fee seller untuk oil abundance yang harga ya 530rb adalah 100 rb sendiri. Bhaay! Selain itu yang aku sebel, karena YL itu kayak MLM jadi semua orang bisa jualan YL tapi nggak semua orang mau belajar tentang Essential Oil. Beberapa seller pernah menyarankan aku buat pakai RC ketika Keira batuk, are you kidding me? Nyuruh pake RC buat anak bayi? Pernah juga ada yang nyaranin buat minum 1 tetes lemon oil tiap pagi, bahkan mereka jualan kapsulnya segala. Are you kidding me again? Soalnya kalau menurut para ahli aromaterapis, Essential oil itu nggak boleh diminum apapun alasannya. Udah gitu YL mengklaim dirinya terapeutic grade, padahal semua essential oil itu ya terapeutik cuma memang gak semua mengklaim dirinya begitu secara tertulis. Itu kayak, kita tau kan daun jambu bisa nyembuhin diare? Tapi trus nggak ada juga yang ngeklaim daun jambu itu obat. Nah ya gitu lah intinya. Makanya aku cuma pakai YL buat oil yang nggak ada di merk lain kayak abundance misalnya. Aku akui YL kualitas oilnya bagus banget, tapi aku nggak suka dan preffer beli merk lain kalau ada. 

Disini aku nggak bakal bahas tentang manfaat essential oil satu persatu ya, karena itu bakal banyak banget. Aku cuma mau kasih tau Guide yang aku tahu aja, btw kalau pengen lebih jelas lagi silahkan cari aromaterapis yang udah punya sertifikat ya. Hal-hal yang perlu diperhatikan jika memakai EO 
  • Hampir semua EO nggak boleh langsung di oles ke kulit, apalagi untuk anak-anak. Carier oil wajib hukumnya. 
  • Nggak usah lebay pake EO, setetes EO udah setara dengan berkilo-kilo bunga. Jadi setetes aja udah kaya manfaat.
  • Essential Oil nggak hampir nggak ada yang bisa dimakan. Secara logika oil nggak bisa nyatu dengan air, jadi ditubuh kita EOnya bakal nggak nyampur gitu. Kalaupun mau makan EO ingat untuk tanya ke ahli yang bersertifikat ya. 
  • EO nggak ada masa kadaluarsa, pastikan penyimpanan EO di botol kaca gelap dan jauhkan dari cahaya matahari supaya tidak rusak.
  • Ketika kita alergi pada suatu tanaman, biasanya kita juga alergi terhadap EOnya 
  • Ada Essential oil yang sensitif terhadap cahaya matahari seperti lemon, orange, lemongrass, dll. Biasanya kalau pakai EO ini dan kita kena cahaya matahari kulit menjadi iritasi.
Untuk pemakaian sebagai skincare, biasanya kadar EO adalah 2-4% dalam carier oil. Aku pribadi biasanya pakai Lavender, tea tree, lemon, frankincesse untuk skincare. Kalau lagi hamil dan menyusui sebaiknya pilih-pilih essential oil ya karena banyak juga essential oil yang nggak boleh dipakai saat hamil seperti jasmine. Trus gimana pemakaian pada bayi??

Pemakaian Essential Oil untuk bayi harus hati-hati karena mereka masih sangat sensitif. Beberapa hal yang harus diperhatikan saat memberikan EO pada bayi adalah ;
  • Bayi dan anak tidak boleh sama sekali meminum Essential Oil.
  • Essential Oil wajib di dilute dengan carier oil
  • Kenalkan oil satu persatu, untuk menghindari alergi.
  • Jangan memberikan oil untuk bayi dibawah usia 3 bulan. 
Wajib hukumnya di blend ya.

Essential Oil untuk usia 3+ bulan.
Pemberian Essential Oil pada anak kurang dari 3 bulan kurang disarankan karena sebelum usia 3 bulan kulit bayi masih sangat sensitif dan belum mature. Kalau misalnya tetep pengen banget kaish Essential Oil, coba deh pakai hydrosol. Manfaatnya hampir sama tapi lebih aman buat kulit bayi. Essential Oil yang aman untuk bayi 3+ (perhatikan nama latinnya) antara lain,

  • Chamomile, Roman and German (Anthemis nobilis, Matricaria rectutita)
  • Dill (Anthum graveolens)
  • Lavender (Lavendula angustifolia)
  • Yarrow, Blue (Achillea millefolium)

Pada usia 3+ bulan penggunaan essential oil topical tidak boleh lebih dari 0.2% dari carrier oil .

Essential Oil untuk usia 6+ bulan.
  • Bergamot (Citrus bergamia), Bergamot termasuk oil yang sensitif terhadap matahari. Jangan dipakai saat siang hari.
  • Carrot Seed (Daucus carota)
  • Cedarwood, Atlas/Virgina (Cedrus atlantica, Cedrus deodora, Juniperus virginiana)
  • Cinnamon bark (Cinnamomum verum) hanya untuk penggunaan diffuser saja.
  • Cinnamon leaf (Cinnamomum verum
  • Citronella (Cymbopogon nardus)
  • Coriander (Coriandrum sativum
  • Cypress (Cupressus sempervires)
  • Fir needle (Abies sibirica)
  • Geranium (Pelargonium graveolens)
  • Grapefruit (Citrus paradisi)
  • Helichrysum (Helichrysum angustifolium)
  • Lemon (Citrus limon
  • Mandarin (Citrus reticulata)
  • Neroli (Citrus aurantium)
  • Palma Rosa (Cymbopogon martinii)
  • Petitgrain (Citrus aurantium)
  • Pine (pinus divaricata, pinus resinosa, pinus strobus, pinus sylvestris
  • Ravensara (Ravensara aromatica)
  • Rosalina (Melaleuca ericifolia)
  • Rose Otto (Rosa damascena)
  • Sandalwood (Santalum spicatum)
  • Spruce (picea abies, picea glauca, picea mariana, picea rubens)
  • Sweet Orange (Citrus sinensis)
  • Tangerine (Citrus reticulata)
  • Tea Tree (Melaleuca alternifolia)


Penggunaan oil pada usia 6+ bulan tidak boleh lebih dari 0.5% dari total keseluruhan carrier oil.

Essential Oil untuk usia 2+ tahun.

  • Basil, Lemon (Ociumum x citriodorum)
  • Basil, Sweet (Ocimum basilicum)
  • Benzoin (Styrax benzoin, Styrax paralleloneurus)
  • Black Pepper (Piper nigrum) 
  • Cassia (Cinnamomum cassia
  • Clary Sage (Salvia sclarea)
  • Clove Bud/Clove Leaf (Syzygium aromaticum, Eugenia aromatica, Eugenia caryophyllata).
  • Copaiba Basalm (Copaifera officinalis)
  • Frankincense (Boswellia carterii)
  • Garlic (Allium sativum
  • Ginger (Zingiber officinale
  • Hyssop (Hyssopus officinalis)
  • Juniper Berry (Juniperus communis)
  • Lemongrass (Andropogon citratus, Andropogon flexuosus, Cymbopogon citratus, Cymbopogon flexuosus
  • Lime (Citrus x aurantifolia)
  • Melissa (Melissa officinalis)
  • Myrrh (Commiphora myrrha)
  • Oregano (Origanum onites, Origanum smyrnaeum, Origanum vulgare, Origanum compactum, Origanum hirtum, Thymbra capitata, Thymus capitatus, Coridothymus capitatus, Satureeja capitata) 
  • Sweet Marjoram (Marjorana hortensis)
  • Patchouli (Pogostemon cablin)
  • Spearmint (Mentha cardiaca, Mentha spicata)
  • Tea Tree, Lemon (Leptospermum petersonii, Leptospermum citratum, Leptospermum liversidgei)
  • Thyme (Thymus vulgaris, Thymus Zygis) 
  • Tumeric (Curcuma longa)
  • Verbena, Lemon (Aloysia triphylla, Aloysia citriodora, Lippa citriodora, Lippa triphylla)
  • Vetiver (Vetiveria zizanoides)
  • Valerian (Valeriana officinalis)
  • Ylang Ylang (Cananga odorata)

Essential Oil untuk usia 6+ tahun.

  • Anise/Aniseed (Pimpinella anisum).
  • Anise, Star (Illicium verum
  • Cajeput (Melaleuca cajuputi, Melaleuca leucadendron)
  • Cardamom (Elettaria cardamomum
  • Cornmint (Mentha arvensis, Mentha canadensis)
  • Fennel, sweet and bitter(Foeniculum vulgare)
  • Laurel Leaf/Bay Laurel (Laurus nobilis)
  • Marjoram, Spanish (Thymus mastichina)
  • Niaouli (cineole chemotype)
  • Nutmeg (Myristica fragrans
  • Peppermint (Mentha x piperita) 
  • Sage, Greek/White (Salvia officinalis, Salvia fruiticosa, Salvia tribola, Salvia apiana)

Essential Oil untuk usia 10+ tahun.

Pada usia 10 tahun hampir semua essential oil aman digunakan. Meski begitu pemberiannya tetap nggak boleh lebay ya dan harus memperhatikan reaksi alergi dari masing-masing EO. Peppermint, eucalyptus, dan rosemary tidak boleh digunakan untuk anak di bawah 10 tahun karena mengandung cineole dan mentol yang berbahaya untuk pernafasan. Peppermint aman digunakan diatas usia 6 tahun tapi tidak untuk usia dibawahnya.

Kenapa sih?
Jadi menurut Essential oil Safety, Essential oil dengan kandungan 1.8 cineole lebih dari 40% dapat mengakibatkan gangguan pernafasan dan saraf pusat pada anak. Juga tidak boleh di hirup, atau di aplikasikan di dekat wajah, khususnya bagi anak di bawah 10 tahun. Peppermint mengandung mentol yang juga dapat menstimulasi reseptor pilek di paru-paru sehingga pada anak yang masih kecil dapat membuat nafas melambat atau berhenti mendadak. 

  • Eucalyptus (Eucalyptus 
  • Eucalyptus (Eucalyptus camaldulensis, Eucalyptus globulus, Eucalyptus maidenii, Eucalyptus plenissima, Eucalyptus kochii, Eucalyptus polybractea, Eucalyptus radiata, Eucalyptus autraliana, Eucalyptus phellandra, Eucalyptus smithii)
  • Rosemary (Rosmarinus officinalis)

Lalu gimana dengan minyak kayu putih? Itu kan Eucalyptus juga? Selama Eucalyptus yang digunakan kandungan 1.8 cineole nya kurang dari 40%, Eucalyptus tersebut aman buat anak dibawah 10 tahun. 

Bagaimana dengan Thieves?

Sebagai pengguna oil pasti nggak asing kan sama Thieves? Oil blend yang ngehits sebagai anti germ dan meningkatkat daya tahan tubuh. Tapi sayangnya hampir semua oil blend yang berfungsi sebagai imun booster atau anti germs pasti mengandung eucalyptus, rosemary, clove, cinnamon bark, dan lemon. Jadi untuk bayi dan balita jangan pakai Thieves ya.

Sumber : Christina ( Master aromatherapy)
Complete Guide to Aromatherapy (Ivatore Battaglia)


Note : Sekali lagi aku bukan ahli Aromatherapis jadi kalau terdapat kesalahan atau kekurangan dalam tulisan ini dengan senang hati aku menerima masukan. Silahkan tinggalkan masukan di kolom komentar atau kirim ke email ya. Thank you. 

Sunday, October 1, 2017

Cerita tentang Proses Persalinan

Posted by Ony Christy at 10:05 PM 0 comments
Source : pinterest
"Bu bidan, kira-kira anak saya lahirnya kapan ya?"
"Bu, ini masih lama nggak?"
"Bu, kok bukaannya nggak nambah-nambah?"


Percayalah, jawaban sebenarnya dari semua pertanyaan itu adalah, "Maaf, saya juga nggak tahu." Tapi aku nggak bakal bilang gitu juga sih, pasti akan aku seselin motivasi-motivasi dahsyat supaya si ibu paham dan nggak menanyakan hal yang sama 30 menit kemudian. Sungguh buk ibuuuk yang tahu kapan persalinan akan terjadi hanyalah Tuhan!

Okay, mari kita cerita soal persalinan. Yah supaya sedikit ada gambaran dan sebagai bekal menghadapi persalinan kelak. Jadi kalau hamil itu memang sebaiknya jangan cuma sibuk cari nama buat anaknya, tapi bekalilah diri dengan ilmu sebanyak banyaknya dari sumber yang bisa dipercaya. Ingat, pengetahuan adalah koentji.

FAKTOR PENENTU DALAM PERSALINAN
Ada tiga faktor utama yang mempengaruhi suatu persalinan dapat berjalan lancar dan normal. Faktor-faktor tersebut adalah ;

1. Power
Power di sini bukan power rangers lho ya tapi power-kekuatan ibu. Kekuatan ibu adalah penentu bisa enggaknya si ibu nanti mengejan, kalau nggak kuat mengejan ya si bayi nggak bakal bisa keluar, selain itu kalau ibunya udah lemah lunglai menghadapai kontraksi biasanya kontraksinya juga jadi nggak oke. Makanya ibu-ibu hematlah tenaga, makanlah selagi masih bisa makan, tidur selagi masih bisa tidur, jangan teriak-teriak atau gigitin suami ketika kontraksi datang. Tetapi relaksasilah. Gimana caranya relaksasi? Tarik nafas panjang dan dalam saat kontraksi hembuskan pelan-pelan. Konsentrasi pada nafas yang ditarik dan dihembus, kalau perlu hitung dalam hati.

2. Passanger
Passanger atau penumpang dalam hal ini adalah si bayi, placenta dan air ketuban. Passanger adalah salah satu faktor penentu persalinan dapat dilakukan secara normal atau tidak. Bayi yang terlalu besar, presentasi yang bukan kepala, letak bayi lintang, atau adanya kelainan kongenital, kelainan letak placenta seperti placenta letak rendah, placenta previa, solutio placenta, serta ketuban yang terlalu banyak atau sedikit dapat menjadi penyulit persalinan.

3. Passage
Passage adalah faktor kondisi jalan lahir ibu. Panggul sempit dan kelainan otot panggul dapat menjadi penyulit persalinan. Gimana caranya supaya otot panggul siap untuk persalinan? Dengan cara rajin ikut senam dan yoga dong.

FASE/KALA DALAM PERSALIN
Secara medis proses persalinan dibagi menjadi 4 kala/fase yaitu;

1. Kala 1

Kala 1 itu secara gampangnya adalah fase pembukaan 1 sampai 10. Tapi secara detail dibagi lagi menjadi dua yaitu, kala 1 fase laten dan kala 1 fase aktif.

- Kala 1 fase laten, adalah fase persalinan dari pembukaan 1 sampai dengan 3. Biasanya pada fase ini kontraksi belum begitu adekuat, ibu masih bisa hahahihi, jalan-jalan, becandaan ama suaminya, selfie, dandan, chatting dan masih banyak lagi! Fase laten biasanya berlangsung sekitar 8 jam jika kontraksi sudah teratur.
- Kala 1 fase aktif, adalah fase persalinan dari pembukaan 4 sampai dengan pembukaan 10. Biasanya pada fase ini kontraksi mulai kuat dan sering. Beberapa ibu pun biasanya sudah mulai kehilangan kontrol diri dan mulai nggigitin suaminya, beberapa yang lain masih bisa calm dan menghemat tenaga untuk kala 2. Semoga ibu-ibu yang baca blog ini menjadi ibu golongan yang tenang dan hemat energi ya. Amin. Kala 1 fase aktif masih dibagi lagi menjadi,

  • Fase akselerasi (sekitar 2 jam), pembukaan 3cm sampai 4 cm.
  • Fase dilatasi maksimal (sekitar 2 jam), pembukaan 4 cm sampai 9 cm.
  • Fase deselerasi (sekitar 2 jam) pembukaan 9 cm sampai lengkap.

Hal yang dilakukan dokter/bidan saat kala 1 :

1. Observasi kontraksi dan denyut jantung bayi.
Saat kontraksi sudah teratur, pemeriksaan dilakukan setiap 30 menit sekali.

2. Pemeriksaan dalam untuk mengecek pembukaan.
Jadi ngecek bukaan 1, 2, 3 sampai 10 itu ya cuma ada 1 cara yaitu jari bu bidan/dokter obsgynnya masuk ke dalam vagina ibu. Nggak ada cara lain pokoknya, jadi mau nggak mau cara meriksanya gitu. Tapi nggak usah takut, kalau rileks biasanya nggak sakit kok. Periksa dalam biasa dilakukan tiap 4 jam sekali atau jika ada indikasi lain seperti ketuban pecah atau ibu ingin mengejan.

Peristiwa penting saat kala 1 :

  • Keluar lendir darah
  • Ketuban pecah
  • Terjadi penipisan, pendataran, dan pembukaan jalan lahir.

Lama kala 1 pada ibu dengan persalinan pertama (primigravida) dan ibu yang sudah pernah melahirkan sebelumnya (multipara) biasanya berbeda. Pada primigravida serviks melunak, menipis, baru membuka. Sedangkan pada multipara serviks langsung membuka karena dia sudah lunak sebagai akibat dari persalinan yang lalu. Hal ini menyebabkan lama kala 1 pada primigravida lebih lama (+20jam) dibandingkan multipara (+14jam) karena pematangan dan pelunakan serviks pada fase laten pasien primigravida memerlukan waktu lebih lama. Jadi, ojo galau kalau sebelahmu datang bukaan 1 kemudian 2 jam kemudan udah bukaan 8, siapa tau dia multipara ya kan?

2.Kala 2
Etsy.com

Kala 2 adalah fase dimana bayi lahir, dimulai pada saat pembukaan serviks telah lengkap dan berakhir pada saat bayi telah lahir lengkap. Kala 2 normalnya berlangsung selama kurang dari 1 jam. Jika berlangsung lebih dari 1 jam maka perlu dilakukan tindakan untuk membantu kelahiran bayi seperti Vacum Exstrasi, Forcep atau Sectio Caesarea.
Pada kala 2, Power ibu sangat penting untuk melahirkan bayi. Yang bisa ngelahirin bayi ya ibuknya, kami cuma bisa mimpin. Kalau ibu nggak ada tenaga buat ngejen ya bayinya nggak bakal keluar, dan biasanya akan dilakukan tindakan untuk melahirkan bayi seperti vacum, forcep atau SC.

Hal yang dilakukan dokter/bidan saat kala 2 :
1. Memimpin persalinan.
Please ya, kadang ada yang bilang jadi dokter/bidan itu kayak jadi tukang parkir. Iya sih, soalnya kita sering bilang, "Ayo Buuuuuu, teruuuus Buu, ngejeeen Buuuu, dikit lagi lahir Buuuu". Dan kami memang seringnya harus begitu. Ada beberapa orang yang sudah hilang kendali diri jadi dia nggak fokus, bingung kudu ngapain, mau ngapain, teori kelas maternalnya bubar jalan. Ada juga yang udah lemah lunglai letoy nggak semangat, gara-gara udah kecapekan teriak-teriak pas kala 1. Nah disitulah peran tukang parkir diperlukan, kalau kami nggak mimpin, nggak nyemangatin, ya sudah bhaaay, bayine lahir mbuh kapan. Maka harap maklum kalau kadang pas persalinan kami hebohnya udah kayak apaan, soalnya ya kami kejar-kejaran sama waktu juga sih. Bayi yang terlalu lama terjepit di tulang panggul biasanya akan lahir dengan asfiksia atau nggak nangis dan kebiruan.

2. Menahan perineum.
Tujuan menahan perineum ini biar perineumnya nggak robek parah ketika bayi lahir. Kadang kalau pas bejo perineumnya lentur dan cara nahan perineumnya bener, si ibu bisa nggak robek kok perineumnya. Aku sih seneng banget kalo nolong persalinan terus nggak robek, nggak perlu drama penjahitan soalnya, hihihi

3. Melakukan episiotomi atau menggunting perineum.
Episiotomi memang kadang diperlukan tapi tidak semua persalinan pasti dilakukan episiotomi. Kadang aku sedih kalo dituduh melakukan episiotomi karena biar gampang jahitnya. Ya meskipun nggak munafik juga sih, kalo jahitan perineum yang di epis ama yang robek sendiri itu enak jahit yang di epis. Tapi sungguh episiotomi itu bukan semata-mata biar bidannya gampang jahitnya tapi juga buat kebaikan ibu kok. Episiotomi biasanya dilakukan bila perineum ibu kaku, atau janin besar sehingga beresiko robek parah. Jadi gini, kalau perineum ibu itu kaku atau janinnya terlalu besar maka perineum itu robeknya bisa sampai anus. Nah untuk menghindari hal itu, biasanya kita akan melakukan episiotomi. FYI episiotomi itu nggak asal menggunting perineum lho, tapi digunting dengan arah kesamping. Tujuannya biar kalo robek, robeknya nyamping, bukan ke arah anus. Jadi kamu pilih aku episiotomi apa pilih perineumnnya robek sampai anus hayooo?

4. Memotong tali pusat.
Meski jaman sekarang ada tren tali pusat nggak dipotong, tapi protapnya tali pusat dipotong setelah 2 menit. Istilahnya delayed cord clamping. Tujuannya biar darah dan oksigen dari placenta ngalir maksimal ke bayinya. Terus kalau mau ngebiarin placentanya nggak dipotong ala-ala lotus birth boleh nggak? Ya boleh aja sih, tapi inget ya tempat dan rumah harus bener-bener bersih dan steril karena tingkat resiko infeksinya cukup tinggi.

3. Kala 3
Source: Placenta wisdom

Kala 3 adalah dimana placenta atau ari-ari atau batur bayi lahir. Placenta normalnya lahir secara spontan dalam waktu 30 menit setelah bayi lahir. Kalo nggak lahir setelah 30 menit biasanya dokter/bidan akan menyuntikkan uretonika untuk yang kedua kali, kalau masih bandel nggak mau lahir juga ya terpaksa dilahirkan secara manual alias di explore pake tangan.

Hal yang dilakukan dokter/bidan saat kala 3;
1. Menyuntikan uretonika (oxytocin) 10 IU secara Intramuskular.
Biasanya disuntikinnya di paha. Oxytocin biasanya disuntikan setelah bayi lahir dan nggak diketemukan adanya bayi lain di dalam rahim. Oxcytocin ini gunanya untuk membuat uterus berkontraksi, sehingga placenta bisa lahir spontan dan ibu tidak mengalami perdarahan.

2. Melakukan penengangan tali pusat terkendali.
Ini adalah cara melahirkan placenta. Jadi biasanya tangan dokter/bidan yang satunya akan ada diatas tulang kemaluan ibu dan mendorong uterus ke arah ibu, tangan yang lain menarik tali pusat. Tenang aja, nariknya juga nggak heboh kayak narik tambang pas acara 17an kok, nariknya pelan-pelan tapi kenceng. Gimana hayo narik pelan tapi kenceng itu?

3. Melakukan massage fundus dengan gerakan memutar searah jarum jam.
Abis si placenta lahir, biasanya kalau kontraksi uterus baik maka di sekitaran pusar ibu itu kalo ditekan akan teraba sesuatu yang keras. Yeah, itulah si wadah bayi. Normalnya memang keras begitu ya ibuk-ibuk, karena dia sedang berkontraksi. Kontraksi otomatis akan menjepit pembuluh darah sehingga ibu nggak mengalami perdarahan. Tujuan massage ini supaya fundusnya tetap teraba keras, ibu atau keluarga boleh banget kok memassage fundus dengan gerakan memutar searah jarum jam jika ditemui fundusnya tidak teraba atau kontraksinya kurang baik.
Massage bidannya boleh nggak? Nggak boleh, tapi kalo ngasih voucher SPA boleh banget.

4. Kala 4

Kala 4 persalinan dimulai dari placenta lahir hingga 2 jam setelahnya. Kala ini biasanya merupakan saat-saat penjahitan kalau perineumnya robek. Dan ngomong-ngomong soal jahit- menjahit, sebenernya pertanyaaan "Dijahit berapa?" Itu udah susah banget dijawab. Soalnya jaman sekarang jahitannya udah jadi daging jadi nggak perlu dilepas lagi, dan kita jadi nggak ngitung lagi dijait berapa. Selain itu teknik yang kita pakai biasanya teknik jelujur dan subkutis, udah bukan model jahit satu-satu macem jahit luka patah hati sobek kena pisau. Jahit jelujur ini modelnya cuma disimpul di awal dan akhir, jadi kami beneran ndak tau deh itu jumlah jaitannya berapa.

Pada kala 4 usahakan ibu untuk aktif belajar mobilisasi bertahap ya. Nggak usah khawatir jaitannya bakal bodol karena yeah itu dijait dan disimpul dengan kuat. Semakin lama ibu belajar mobilisasi maka otot akan semakin kaku dan pada akhirnya nanti semakin sakit saat digerakan. Mobilisasi bertahap itu dimulai dari miring kanan- kiri dulu, lalu belajar duduk, lalu belajar berdiri, lalu baru deh belajar jalan.

Hal yang dilakukan dokter/bidan di kala 4 :
1. Menjahit perineum
2. Observasi 2 jam post partum.
Observasi ini tujuannya buat mengetahui kondisi ibu setelah melahirkan. Biasanya dilakukan setiap 15 menit sekali pada 1 jam pertama dan tiap 30 menit pada jam berikutnya. Hal yang diobservasi meliputi tekanan darah, nadi, suhu, tinggi fundus, kontraksi, kandung kemih dan jumlah perdarahan. Jadi memang kami harus tensi tiap 15 menit sekali ya, bukan karena kami saking nggak ada kerjaannya. Hehehehe

Okay, segitu dulu ya cerita tentang proses persalinan kali ini, semoga semakin ada bayangan kayak apa persalinan itu. Silahkan tinggalkan komen, email, atau add sosmed aku kalau ada yang pengen di tanyakan. Sehat selalu ya, see you!

[Baca juga : Menyambut Persalinan, what should i do? ]

Sunday, September 24, 2017

Serba Serbi Minyak untuk Perawatan Wajah part 1 (Carrier oil)

Posted by Ony Christy at 6:56 PM 0 comments
Source : Herbo.com
Hah minyak buat perawatan muka? Emangnya nggak klenyit-klenyit? Nggak bikin muka kayak kilang minyak? Nggak bikin jerawatan? Yeah, itu adalah beberapa hal yang terlintas di otakku waktu pertama kali denger soal oil for skincare. Dalam bayanganku penggunaan minyak buat perawatan wajah ini semacam nemplokin minyak goreng di muka, hiiiii~ 

Aku mengenal penggunaan minyak untuk perawatan wajah ini sekitar tahun 2014, telat banget sih emang. Secara di luar sana rosehip seed oil sudah hits banget sebagai perawatan anti aging. Tapi lebih baik telat daripada nggak tau sama sekali kan? Alesanku pakai aneka minyak untuk perawatan wajah karena its natural. Jadi ceritanya waktu itu aku mau menikah dan berencana hamil trus aku mulai deh cari Skincare yang aman untuk ibu hamil. Soalnya aku males banget kalau pas udah hamil lepas skincare trus jadi breakout, jadi ya lebih baik sebelum hamil aku udah cari skincare baru. Dalam pencarianku itulah akhirnya aku ketemu aneka minyak ini. Yeah emangnya yang bisa dicari cuma jodoh doang??

Jenis - jenis minyak
Ada dua jenis minyak yang bisa dipakai untuk perawatan wajah yaitu carrier oil atau minyak 'pembawa' dan Essential oil. Supaya postinganku nggak kepanjangan aku bagi ya jadi beberapa part, di part pertama ini aku akan cerita soal Carrier oil. 
CARIER OIL

Carrier oil atau minyak pembawa ini adalah minyak untuk mendilute atau mengencerkan Essential oil dan 'membawa'nya ke kulit kita. Gampangnya Carrier oil adalah minyak yang dicampurin sama Essential oil karena EO itu sebenernya nggak boleh langsung kena di kulit kita. Carrier oil sebenernya sih nggak harus dicampur EO ya, dia dipake sendiri juga bisa kok atau di campur dengan carrier oil jenis lain. Carrier oil sebenernya juga nggak cuma bisa ditemplokin ke wajah aja, tapi bisa buat pijet, buat masak, dimakan langsung, buat rambut (and i really love it!) buat ngolesin engsel pintu biar nggak bunyi kriet.. kriet.. dan banyak lagi. Tapi kali ini aku cuma mau bahas yang khusus buat skincare aja ya. 

Ada buanyak banget carrier oil di dunia ini dengan kandungan, tekstur dan manfaat yang berbeda-beda. Tapi seperti kebanyakan skincare yang lain, apa yang cocok di aku belum tentu cocok di kulit kamu. Jadi sebelum pakai oil ini sebaiknya pilah pilih dulu yang sesuai dengan jenis kulit dan kebutuhan kulit kita. Jangan asal ikut-ikutan tren. Ya milih jodoh aja harus sesuai dengan kebutuhan dan kepribadian kita kan, pun ada proses jatuh bangun patah hatinya begitu juga nyari skincare yang pas butuh trial and error juga.

KANDUNGAN DALAM CARRIER OIL

Carrier oil memiliki banyak sekali manfaat, hal itu tentunya tidak lepas dari kandungan yang ada di dalamnya. Carrier oil mengandung fatty acid yang sangat bagus untuk tubuh kita. Hal yang membedakan carrier oil satu dengan lainnya adalah komposisi fatty acid di dalam minyak tersebut.

Sebelum mengenal lebih jauh soal perminyakan ada baiknya kita belajar dulu tentang tubuh kita. Nah ceritanya ada dua jenis lemak yang dibutuhkan oleh tubuh yaitu :

1Essential fats.
Essential fats atau EFAs adalah lemak yang tidak bisa dibuat oleh tubuh kita sehingga harus ditambahkan dari luar biasanya disebut juga dengan Essential fatty acid atau essential omegas (EFA's). Ada dua jenis EFAs yaitu Linoleic acid (Omega 6 fatty acids) dan Alphalinoleic Acid (Omega 3 fatty acids

EFAs sangat penting untuk kulit kita. Kekurangan EFA's dapat menyebabkan banyak masalah kulit seperti jerawat. Kok bisa gitu? Iya, soalnya EFA's ini berguna untuk membantu penyerapan nutrisi ke dalam kulit, menjaganya tetap lembab dan menjaga supaya sel sel tetap berfungsi dengan baik. EFAs act like a seal that keep moisture in and irritants out. 

Image source : Natural skincare recipe
Kulit kita ketika masih muda biasanya kenyal-kenyal lembab macam kue mochi, kemudian seiring bertambahnya usia kemampuan kulit buat menahan air dan menjaga kelembabannya akan berkurang. Kulit yang sehat biasanya akan memiliki kemampuan untuk menahan nutrisi dan menjaga kelembaban kulit serta mencegah kotoran dan racun-racun masuk ke dalam kulit. Nah si EFA's ini gunanya membantu menjaga kesehatan membran sel kulit. Makanya kekurangan asam amino dan EFA's bisa bikin kulit kita mengalami penuaan dini, keriput, jerawatan, sensitif dan aneka masalah kulit lainnya karena sel-sel membran pada kulit jadi nggak stabil sehingga nutrisi dan kelembaban kulit terbuang sia-sia. EFA's sebenernya nggak cuma bisa kita dapat dari skincare aja tapi juga dari makanan yang kita makan. You really what you eat, dont you?

2. Non essential fats
Non essential fats adalah lemak yang dapat dihasilkan oleh tubuh kita. Contoh Non essential fats adalah Oleic acid (omega 9 fatty acids ), stearic acid, palmitic acid, myristic acid, lauric acids. Sound familiar?

Semoga sampai sini kalian belum bosen baca ini tulisan. Kenapa pakai bahasan EFA's segala? Karena oil biasanya terdiri dari beberapa komponen dan salah satu sebab kenapa oil yang ini cocok di kulitku tapi bikin kulitmu jerawatan atau sebaliknya adalah kandungan Linoleic acid dan Oleic acid yang ada di dalam minyak tersebut. 

BEST CARRIER OIL FOR YOUR SKIN


Kecepatan penyerapan oil.

1. Best oil for oily skin and acne prone skin.
Kulit yang berminyak memiliki level oleic acid yang tinggi sedang level linoleic acidnya rendah. Kekurangan linoleic acid pada kulit berminyak inilah yang biasanya menyebabkan jerawat, peningkatan sebum dan clogging pores.
 Untuk menyeimbangkannya pilihlah carrier oil yang mengandung linoleic acid tinggi. Biasanya carrier oil dengan kandungan linoleic acid tinggi bertekstur ringan dan mudah diserap kulit. Contoh carrier oil dengan kandungan linoleic acid yang tinggi diantaranya,


  • Black Cumim Seed Oil, Oleic acid 22% - Linoleic acid 55 %
  • Marajuca/Passion fruit Oil, Oleic acid 10% - Linoleic acid 70%
  • Hemp Seed Oil, Oleic acid 10% - Linoleic acid 56%
  • Evening Primrose Oil, Oleic acid 5-11%- Linoleic Acid 70-77%
  • Pumpkin Seed Oil, Oleic acid 24-41% - Linoleic Acid 42-60%
  • Chia Seed Oil, Oleic Acid 6% - Linoleic acid 17%
  • Rosehip Oil, Oleic Acid 14-16% - Linoleic Acid 43-46%
  • Grapeseed Oil, Oleic Acid 12-25% - Linoleic Acid 60-75%S
  • Soybean Oil, Oleic acid 22.72%, Linoleic acid 52.97%W
  • Wheatgerm Oil, Oleic acid 12-39, Linoleic acid 30-57%
  • Castor Oil, Oleic acid 2-6%, Linoleic acid 1-5%
  • Kukui Nut Oil, Oleic acid 25.4%, Linoleic acid –39.8%
  • Pomegranate Oil Oleic acid 6%, Linoleic acid 7%
  • Sesame Oil, Oleic acid 35-50%,  Linoleic acid 35-50%
  • Sunflower Oil, Oleic acid 15-30%, Linoleic acid 50-70%
  • Walnut Oil, Oleic acid 25-35%, Linoleic acid 45-60%

2. Best oil for dry skin.

Kulit kering cenderung terasa kencang kayak ketarik, kadang mengelupas, perih macam iritasi dan kasar. Berkebalikan dengan kulit berminyak, kulit yang cenderung kering butuh carrier oil dengan kandungan oleic acid yang tinggi. Oleic acid akan membantu melembabkan kulit kita yang kering. Contoh oil dengan kandungan oleic acid tinggi diantaranya,

  • Avocado Oil, Oleic acid 55-75%, Linoleic acid 9-17%
  • Marula Oil, Oleic acid 60-70%, Linoleic acid 20-30%
  • Cocoa Butter, Oleic acid 23%, Linoleic acid 5%
  • Apricot Kernel Oil, Oleic acid 55-70%, Linoleic acid 20-35%
  • Sea Buckthorn Oil, Oleic acid 28%, Linoleic acid 6%
  • Camellia Oil, Oleic acid 80%, Linoleic acid 10%
  • Hazelnut Oil, Oleic acid 68-85 %, Linoleic acid 7-15%
  • Shea Butter, Oleic acid 40-60%, Linoleic acid 3-11%
  • Macadamia Oil, Oleic acid 50-60%, Linoleic acid 1-3%
  • Olive Oil, Oleic acid 65-80%, Linoleic acid 6-25%
  • Sweet Almond Oil, Oleic acid 60-75%, Linoleic acid 20-30%
  • Palm Fruit Oil, Oleic acid 40%, Linoleic acid 10%
  • Jojoba Oil, Oleic acid 5-15%, Linoleic acid 5%
  • Flaxseed Oil, Oleic acid 21%, Linoleic acid 16%
  • Tamanu Oil, Oleic acid 40%, Linoleic acid 30%
  • Argan Oil, Oleic acid 42-48%, Linoleic acid 30-38%
  • Coconut Oil, Oleic acid 5-10%, Linoleic acid 1-2.5%
  • Safflower Oil, Oleic acid 72-80%, Linoleic acid 12-16%
3. Best oil for Combination skin

Terus kalo kulitnya kombinasi gimana dong? Nggak usah panik, kamu cukup pakai carrier oil yang memiliki kadar linoleic dan oleic yang rationya mendekati 50% kayak almond oil, argan oil, apricot kernel oil, sesame oil dan rosehip oil. 

WHERE TO BUY ?
Nah setelah pilah pilih oil yang sesuai dengan kulit kamu sekarang saatnya beli oilnya. Aku sejak pertama beli dan pakai oil-oilan ini selalu beli di Elea Organics, jaman dulu mah dia belum ada di shopee. Tapi aku rela-rela aja beli di dia dengan alasan, oil yang ada di Elea itu buanyak jenisnya dan semua di simpan dengan baik, kualitas produknya juga baik karena Elea impor dari luar macam dari Mountain Herb atau Garden of Wisdom, terus Eleanya baik banget dan punya pengetahuan luas soal oil-oilan. Kamu bisa request dan konsul sama Elea oil apa yang cocok buat kulit kamu, terus yang paling penting nih harganya murah!! Hihihi (Note : Postingan ini nggak di sponsori ama Elea ya.) Tapi selain Elea masih banyak kok yang jual carrier oil ini, beberapa yang aku rekomendasiin : Kambil Natural, Arum Nusantara, Indoganic, Happy green garden, Green mommy shop, Mineral botanica, Trilogy, Life Flo, Now, Morbeauty. 

Selain itu ingatlah untuk membeli oil yang organik, unrefined dan cold pressed. 
Organik : Bebas bahan kimiawi dan pestisida.
Unrefined : proses kimiawi yang dilakukan terhadap minyak sangat minimal, sehingga kandungan nutrisi yang ada dalam minyak masih terjaga. 
Cold pressed : ekstrasi minyak dengan suhu rendah, sehingga kandungan nutrisi dalam minyak tidak rusak. 

Terakhir, kalau kamu punya riwayat alergi kacang-kacangan jangan beli oil dari turunan kacang ya karena kemungkinan besar kamu juga akan alergi. 

See you on my next post about essential oil! Hope you will find your carrier oil. Xoxo

Thursday, September 21, 2017

Menyambut Persalinan, What should i do?

Posted by Ony Christy at 7:48 PM 0 comments
Sudah Packing?

Tik.. tok.. tik.. tok.. 
Jam berdetak, detik, menit, jam, hari berganti dan sebentar lagi usia kehamilan memasuki 37 minggu. Aduh ntar persalinan itu rasanya kayak apa ya? Yang perlu disiapin apa aja ya? Trus baiknya aku ngapain aja ya? Kok yang itu udah lahiran aku belum ya? Dan seterusnya, dan seterusnya.

Wanita adalah makhluk yang suka berpikir dan lebih baperan. Dalam kondisi normal aja baperan kan, apalagi menjelang persalinan? Duh mau tidur aja susah karena banyaknya what if di pikiran kayak perlu di kelonin Song Jong Ki gitu biar nyenyak.  Nah kali aku akan sedikit ngasih tips apa aja sih yang perlu di siapkan menjelang persalinan, yah daripada dag dig dug dan overthingking lebih baik kita siapkan aja yuk persalinannya! Oh ya, persiapan ini semakin di lakukan di awal semakin baik ya karena segala sesuatu yang tanpa persiapan atau dipersiapkan secara buru-buru itu memang biasanya kurang maksimal hasilnya. 

1. Pilah pilih faskes tempat akan melahirkan.
Memilih faskes dimana kita akan melahirkan itu penting, karena nantinya kita akan menyerahkan jiwa, raga, dan anak kita ke faskes tersebut. Usahakan memilih faskes yang memiliki fasilitas lengkap dengan penanganan emergency yang baik. Selain itu kalau bisa, usahakan untuk survey dulu ke faskes tersebut. Survey bisa meliputi segalanya ua, misalnya harga, fasilitasnya dan tenaga kesehatannya. Ya sapa tau gitu dokter obsgynnya seganteng Song Jong Ki, awwww awwww awww Selain itu perhatikan juga apakah persalinan kita termasuk persalinan dengan resiko tinggi yang artinya wajib melahirkan di rumah sakit, seperti riwayat SC, preeklamsia, ibu dengan sakit bawan seperti asma, jantung, hipertensi, tbc, diabetes, ibu dengan riwayat persalinan banyak, serta ibu dengan usia beresiko. Makanya kalau dokter/bidan sudah menyarankan untuk melahirkan di rumah sakit, jangan ngeyel ya.

Bagaimana dengan persalinan di rumah? Sejujurnya aku sangat-sangat tidak menyarankan persalinan di rumah. Di negara kita ini kesadaran masyarakatnya tentang kesehatan masih sangat jauh bila dibanding negara maju lainnya. Yakin mau melahirkan di rumah? Yakin rumahnya bersih dan steril? Yakin penolong persalinannya cukup kompeten jika tiba-tiba terjadi kegawatan? Yakin alat penolong persalinannya lengkap banget sampai ambu bag buat bayi?

Ingat ya para mommies, ketika melahirkan yang perlu dipikirkan itu bukan hanya ibunya saja tetapi juga bayinya. Dan kegawatan itu bisa terjadi kapan saja, oleh karena itu penoling persalinan diharapkan yang bisa juga melakukan penanganan bayi baru lahir terutama jika terjadi kegawatan. 

2. Penolong persalinan.
Mau melahirkan sama dokter atau bidan? Mau melahirkan sama dokter siapa? Pengen melahirkan di bidan mana? Apapapun pilihannya usahakan memilih penolong persalinan yang memiliki ijin untuk menolong persalinan ya. Jangan ke dukun, please. Selain itu usahakan juga untuk memiliki second opinion. Second opinion ini nantinya bisa menjadi pilihan kita ketika pilihan utama berhalangan karena sesuatu hal atau ketika kita butuh masukan dari pihak ketiga bila ditemui kondisi tertentu dalam kehamilan yang butuh tindakan medis.

3. Metode persalinan. 
Mau Caesarea atau normal? Mau Vakum atau Forcep? Beberapa ibu merasa takut menghadapi persalinan pervaginam sehingga memilih untuk operasi Sectio Caesarea (SC), padahal operasi SC sebenarnya memiliki resiko lebih tinggi di banding persalinan pervaginam. Dan berdasar pengalaman pribadi nih, SC itu ya tetep sakit juga sih setelahnya. Udah gitu nggak bisa langsunh jalan-jalan dan nggak bisa langsung workout

Menurutku sebenernya perlu banget nih mendiskusikan metode persalinan dengan suami dan tenaga kesehatan pilihan, kalau perlu buatlah rencana persalinan. Misalnya gini, ibu X mengatakan pada dokternya bahwa ia ingin melahirkan secara pervaginam. Jika sampai usia 41 mg bayi belum lahir, ibu X sepakat untuk di induksi. Jika saat persalinan di temui adanya gawat janin atau partus macet, ibu X menolak dilakukan Vacum Ekstrasi dan memilih untuk SC.  Kenapa perlu buat rencana? Ya setidaknya saat buat rencana pasti kita masih belum dalam proses persalinan yang pakai kontraksi aduhai jadi kita masih bisa berpikir jernih. Selain itu dengan adanya planning, kita bisa sedikit memiliki gambaran akan apa yang akan kita alami dan mempersiapkannya.

4.Dana Persalinan
Jaman sekarang sih enak ya, dana persalinan bisa ditabung pakai JKN. Kalau perlu daftarkan juga bayi di dalam kandungan untuk berjaga-jaga bila nanti (amit-amit) si bayi memerlukan penanganan medis. Tapi walai ada JKN, nabung buat persalinan nggak ada salahnya juga sih. Soalnya abis persalinan kan perlu beli baju baju bayi, syukuran, beli baju menyusui, bra menyusui, booster asi, dan segala tetek bengeknya. Ya kan??

5. Kendaraan
Jika tempat pilihan untuk melahirkan jauh dari rumah, pikirkan mau ke sana naik apa. Kalau di rumah ada kendaraan, pastikan kendaraam dalam kondisi prima. Jangan sampai nanti pas udah ada tanda persalinan, eh mobilnya macet! Kalau perlu download aplikasi ojek online di handphone supaya bisa langsung order kalo mobil/motor di rumah macet. Nah, kalau rumahnya di pelosok desa kayak aku nih, yang nggak terjangkau ojek online kayaknya bisa lho hubungi ambulan desa. Saat ini hampir kebanyakan desa punya ambulan desa yang bisa di pakai warganya, bisa dimanfaatkan to?

6. Donor darah
Siapa yang belum tahu golongan darahnya apa?? Kalau belum tau, sebaiknya cek dulu di puskesmas/lab/ rumah sakit supaya kita tahu golongan darah kita. Sekalian cek kadar hemoglobin juga boleh sih, supaya tau kita anemia atau tidak. Nah kalau udah tahu golongan darah kita apa, mulai lah mencari sanak saudara yang golongannya sama dengan kita dan bersedia menjadi pendonor jika dibutuhkan.

7. Pendamping persalinan
Salah satu asuhan sayang ibu adalah ibu boleh melahirkan dengan di dampingi satu pendamping. Kenapa mesti satu pendamping? Soalnya ntar kalau banyak-banyak yang ada malah pada rebutan oksigen di ruangan. Hihihihi jadi pilihlah satu pendamping utama dan satu pendamping cadangan untuk persalinan. Pendamping cadangan ini nantinya yang akan mendampingi saat pendamping utama sedang berhalangan. Nah, pilihlah pendamping yang tahan dan kuat lihat darah ya, jangan sampai pendamping persalinannya ikut pingsan pas ibu melahirkan. Sebisa mungkin ajak pendamping persalinan ini untuk ikut kontrol kehamilan atau kelas ibu, sehingga si pendamping ini paham kondisi ibu. Kalau perlu beri info juga apa yang perlu dilakukan pendamping saat mendampingi ibu. Kalau aku dulu bilang ke suami supaya selalu terlihat bahagia saat mendampingi persalinan, siap mijitin, kasih afirmasi positif, ingetin kalau aku mulai loss control dan nggak boleh nanyain kapan si bayi akan lahir. Pokoknya si pendamping ini harus kasih aura positif ya, jangan sampai dia malah bikin kita tambah panik.

8. Tas serba ada
Aku anaknya paling senang packing, bikin checklist dan siap-siap. Jadi part nyiapin perintilan buat lairan adalah hal favoritku! Tas serba ada ini gunanya untuk memudahkan kita aja sih, karena nggak mungkin juga kan pas udah mules-mules kontraksi kita mau packing? Kalaupun kita packing pasti udah nggak konsen dan nggak maksimal, makanya tas ini disiapin jauh-jauh hari. Isinya suka-suka aja sih seusai kebutuhan masing-masing. Intinya harus mencakup kebutuhan ibu seperti baju ganti, kain, pembalut, daleman, alat make up, peralatan mandi, kebutuhan bayi seperti baju ganti bayi, topi, sarung tangan, sarung kaki, dan perintilannya plus makanan! Makanan ini kalau aku biasanya terdiri dari susu, snack favorit dan biskuit. Makanan ini buat cemilan pas nunggu kontraksi kalo misal makanan rumah sakit nggak enak. FYI aku nyiapin tas serba ada ini sampai 3 biji lho, satu di rumah (ini yang paling lengkap), satu di di kost (isinya bajuku, daleman, pembalut, sama makanan) dan satu di tempat kerja, dalam hal ini rumah sakit tempat aku mau melahirkan juga sih. Hihihi soalnya aku juga jauh-jauhan sama suami jadi kudu mandiri kan, takutnya nanti pas lagi di kost kenceng-kenceng kontraksi, atau pas lagi kerja kontraksi gitu setidaknya aku udah punya tas isi makanan.

9. Perawatan payudara
Mulailah merawat payudara supaya nanti ketika Inisiasi Menyusui Dini payudaranya udah bersih dari kerak-kerak jahanam. Biasanya ketika hamil payudara kita jadi makin besar, ada hiperpigmentasi dan kayak upil-upil item gitu. Nah kerak-kerak macam upil itu kadang bisa bikin ASI tersumbat, makanya payudara perlu dibersihkan. Tapi yang perlu diingat ketika membersihkan puting atau payudara jangan digosok-gosok lebay, karena itu bisa merangsang kontraksi. Cara membersihkan payudara cukup sederhana : ambil kapas yang telah diberi VCO atau EVOO (Baby oil bisa sih, tapi aku lebih suka pakai yang natural) lalu tempelkan kapas itu di puting, tunggu kurang lebih 5 menit baru dibersihkan.

10. Perawatan perineum
Sama seperti payudara, perineum pun perlu dirawat. Caranya bisa dengan menjaga kebersihan perineum dan area vagina serta melakukan pijat perineum. Pijat perineum bisa dilakukan dengan cara memijat perineum dengan VCO. Pijat kearah luar, atas, bawah dan samping perineum.

11. Tentang ASI
Cari tahu sebanyak-banyaknya tentang ASI mulai dari IMD, cara menyusui yang benar, manfaat asi, manajemen asip, dan semua tentang ASI. Selain bisa di dapat dari artikel-artikel terpercaya, juga bisa dari konsul dengan konselor ASI, ikut kelas ibu dan baca Bidan Bercerita di sini.

12. Tentang perawatan Bayi baru lahir
Cari tahu juga sebanyak-banyaknya tentang perawatan bayi baru lahir yang benar. Banyak sekali mitos-mitos di luaran sana yang nggak benar untuk perawatan bayi baru lahir, jadi perbanyak ilmu dan wawasan tentang ini. Makanya ikut kelas ibu itu penting.

Begitulah hal-hal yang bisa dilakukan untuk menyambut persalinan, asal dilakukan dengan bahagia dan persiapan yang matang kita pasti siap kok menghadapi persalinan. Semoga sehat selalu ya para Ibu.

[Baca juga : Cerita tentang proses persalinan] 

Tuesday, September 5, 2017

Review : The Ordinary Azelaic Acid Suspension 10%

Posted by Ony Christy at 11:36 PM 4 comments

The Ordinary Azelaic Acid Suspension 10%
Setelah cerita soal The Ordinary Alpha Arbutin 2% + HA disini, kali ini aku akan mereview The Ordinary varian lain yang aku pakai yaitu The Ordinary Azelaic Acid Suspension 10%. Pertama beli The Ordinary Azelaic Acid Suspension 10% ini pure gambling karena baca deskripsi di Web Ordinary aja. Soalnya review Produk The Ordinary memang masih jarang di Indonesia. Indonesia masih suka sama produk-produk skincare Korea dan cowok Korea yang unyu-unyu (termasuk aku!).

Found in grains, Azelaic acid is produced naturally by yeast that lives normal on skin. It brightens the skin tone while visibly improving the evenness of skin texture and reducing the look of blemishes. It is a multi-functional and support ingredient for all skin types and also acts as an effective antioxidant. This formula offers a very high 10% concentration of high- purify Azelaic Acid in a light-weight cream-gel system. (Source : Web resmi The ordinary) .Bahkan konon di kulit kita ini ada Azelaic Acid meskipun kita nggak pakai produk yang mengandung Azelaic acid karena Azelaic Acid ini di produksi secara alami oleh ragi yang hidup kulit kita. Aku nggak ngerti sih sebenernya kalo ada ragi a.k.a yeast yang hidup di kulit. Maybe ada yang mau jelasin?

Aku beli ini karena aku memang masih dalam proses mencari racikan ampuh buat meniadakan bekas-bekas cacar di wajah dan kebetulan Azelaic Acid ini klaimnya bisa mencerahkan dan multifungsi. Awalnya aku nggak ada niat buat ngereview Azelaic Acid, soalnya belinya cuma iseng aja. Maka dari itu maapkan aku kalo nggak ada foto before after atau foto kemasannya yang masih kinyis-kinyis.

Packaging


Kemasan favorit!

The Ordinary Azelaic Acid Suspension 10% hadir dalam wadah tube dengan tutup fliptop yang cukup rapat. Aku seneng dengan model tutup begini karena ringkes dan simple, nggak kayak tutup berulir yang suka bete kalo tutupnya gelinding sampe kolong tempat tidur. Nah, karena isinya cuma 50 ml maka The Ordinary Azelaic Acid Suspension 10% ini cukup travel friendly. Hanya saja kayaknya nggak bagus deh ya bawa acid kemana-mana.

Komposisi
Maapkan, aku belom fasih motret.


Aqua (water), Isodecyl Neopentanoate, Dimethicone, Azelaic Acid, Dimethicone/Bis-Isobutyl PPG-20 Crosspolymer, Dimethyl Isosobirde, Hydroxyethyl Acrylate/Sodium Acryloyldimethyl Taurate Copolymer, Polysilicone-11, Isohexadecane, Tocopherol, Trisodium Ethylenediamine Disuccinate, Isoceteth-20, Polysorbate 60, Triethanolamine, Ethoxydiglyclol, Phenoxyethamol, Chlorphenesin.

Tekstur
Teksturnya kayak krim, nggak kayak obat mag. Bhihik!

Aku pikir yang namanya suspensi itu semacam obat maag, cair putih gitu. Ternyata ini lebih kayak krim berwarna putih, nggak cair macam obat maag. Ketika dioleskan ke wajah suspensinya cepat meresap tapi di wajah jadi berasa ada lapisan kayak daki atau mungkin semacam silikon (?). Pokoknya setelah pakai ini, kulit bakalan jadi doff. Tau kan kayak semacam cat hitam yang nggak berkilau ketika tertimpa cahaya matahari. Kalau kata Mita, ini acid bikin dakian. * Ngakak*

Setelah dioles ditangan tanpa diratakan.

Performa
Jujur aku pakai The Ordinary Acid Suspension 10% ini bolong-bolong. Yah kayak intensitas gebetan yang ogah-ogahan mau pedekate. Kadang make, kadang enggak. Soalnya saat itu aku lebih konsen buat makai Missha dan The Ordinary Alpha Arbutin 2% + HA. Udah gitu, cara pakaiku kurang benar makanya hasil yang kudapat pun nggak maksimal.

Jadi ceritanya di kemasannya tertulis kalau The Ordinary Azelaic Acid Suspension 10% ini boleh dipagi pagi atau malam dan WAJIB pakai sunblock di siang hari. Sebagai anak yang masih nol soal dunia per-acidan ya aku nurut aja dong sama tulisan di kemasan. Aku pakai lah Azelaic Acid ini di seluruh muka, pagi dan malam hari. Cuma kayaknya sunblockku kurang oke *kedipin suami buat beliin lagi* malah kadang nggak pakai karena merasa bbcku udah berSPF ( Ini kesalahan fatal, bbc berspf itu BUKAN sunblock). Padahal segala bentuk acid itu bikin muka kita fotosensitif alias gampang gosong alias gampang item bin kusem. Pantesan aja ya muka aku nggak shine bright like a diamond abis pake ini!!

Pada suatu hari temenku Mita, cerita kalau Azelaic Acid ini oke banget buat mencegah dan mengobati jerawat. Aku akhirnya googling dan ternyata Azelaic Acid memang sering dipakai untuk mengobati jerawat. Nah, beberapa hari lalu munculah jerawat di dagu. Jerawat bawaan hormon menstruasi ini memang nggak pernah absen dateng tiap bulan (kesel deh ah!). Jerawat pertama agak telat aku olesin Azelaic acid, dia sempat meradang merah lalu malamnya aku oles Azelaic Acid dan cling! Paginya udah nggak meradang. Dua jerawat yang lain sejak masih kecil udah ku olesin Azelaic Acid dan mereka sukses mengering tanpa pernah membesar. Proses penyembuhan jerawat inj juga lumayan cepet sih, sekitar 5-6 hari aja. Mmmm.. dan kali ini aku pakai Azelaic Acidnya cuma malem aja. Kapok euy pake siang-siang! Akhirnya si Azelaic acid ini kunobatkan sebagai spot treatment khusus jerawat, padahal niat awal belinya buat mencerahkan. Nggak apa-apa deh ya, daripada nggak guna sama sekali?

The Ordinary Azelaic Acid Suspension 10% ini di Indonesia dibandrol sekitar 180-230 ribu/50 ml. Cukup awet kok dipakainya, apalagi kalo cuma buat spot treatment aja.

Kesimpulan

Pros :
- Ampuh mengobati Jerawat
-Bisa dipakai pagi dan malam kalau sunblockmu oke
- Cepat meresap

Cons :
- Kurang mencerahkan
- Ketika dipakai kayak ada lapisan di kulit (aku nggak suka banget nih sama dakinya)

Repurchase? Yes, Mengingat tiap bulan mesti kedatangan jerawat di dagu Azelaic Acid ini kayaknya wajib nangkring di rak deh.

Disclaimer : All opinions and thought on everything feaured on this blog are entirely my own. People can be allergic to anything. I recommend that you patch test yor skin first time you use any of products.



Dapatkan post terbaru melalui E-mail

 

Bidan Bercerita Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos